Menteri PPPA: Ekonomi Digital dan Inklusi Keuangan Tingkatkan Daya Saing Perempuan ASEAN

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawanti tegaskan pentingnya ekonomi digital dan inklusi keuangan untuk tingkatkan daya saing perempuan.

Menurut Bintang, kedua hal tersebut sangat penting dilakukan secara optimal guna mendukung pemulihan ekonomi di negara-negara ASEAN pascapandemi COVID-19.

“Di tengah upaya kita bersama untuk bangkit dalam pandemi global saat ini, banyak hambatan yang menjadi pelajaran luar biasa, khususnya dalam hal kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Saat ini, pemanfaatan ekonomi digital dan inklusi keuangan menjadi tren global untuk mencapai tujuan pembangunan baik di negara maju maupun berkembang,” ujar Bintang dalam The 4th Asean Ministerial Meeting on Women (AMMW) yang diselenggarakan secara virtual, 5-15 Oktober 2021 lalu.

Lebih lanjut, Bintang menegaskan bahwa perempuan perlu memaksimalkan peluangnya dalam meningkatkan pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital. Sebab, melalui cara itu lah perempuan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.

“Namun, faktanya partisipasi perempuan dalam ekonomi digital tergolong masih rendah karena kurangnya keterampilan dan literasi digital yang mereka miliki,” ungkap Bintang yang juga merupakan Ketua AMMW 2021 dalam siaran persnya, Kamis (21/10/2021).

BERITA REKOMENDASI