2 Hal Jadi Acuan Pertamina untuk Kembangkan Energi Terbarukan

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) berkomitmen meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT). Ini sejalan dengan target porsi nasional sebesar 23 persen dari total bauran energi nasional pada tahun 2025.

Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani dalam keterangannya mengatakan, sebagai perusahaan negara, Pertamina terus berkomitmen meningkatkan porsi EBT, di tengah pergeseran bisnis energi yang mengarah ke pengembangan EBT.

Pertamina juga melakukan beberapa transformasi bisnis yang berfokus kepada pengembangan EBT.

"Ini adalah komitmen kuat dari Pertamina untuk kita mengembangkan potensi bisnis energi baru dan terbarukan di Indonesia," kata Yenni, dalam Pertamina Energy Forum 2017, di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Menurut Yenni, Pertamina melihat dari dua parameter dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan, yakni seberapa menarik sebuah proyek dari sisi ekonomi (economy attractiveness) serta ketersediaan teknologi yang mendukung (technology maturity).

"Kedua paramater tersebut adalah pertimbangan kita dalam mengeksekusi kesempatan bisnis," dia menjelaskan.

Saat ini EBT yang masuk dalam prioritas kedua pertimbangan tersebut dan telah dieksekusi Pertamina, yaitu panas bumi, biodiesel, biomass, mini hydro, dan tenaga surya.

Namun ada. beberapa EBT yang dievaluasi dan masih dalam pengembangan komersil, seperti wind power, hydro large, bioavture dan bioethanol.

"Salah satu yang kita kembangkan saat ini adalah solar PV. Saat ini sudah terpasang sebesar 1 Mega Watt dari instalasi PV di kantor pusat Pertamina dan area perumahaan kilang Cilacap. Hal ini akan terus berkembang ke area, unit dan anak perusahaan Pertamina yang lain di seluruh Indonesia," dia menjelaskan.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa mengakui sektor minyak dan gas bumi masih menjadi bisnis utama Pertamina. Namun, Pertamina menyadari sumber daya minyak dan gas bumi terbatas.

Pertamina sudah mulai melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan. "Migas sangat terbatas, EBT Itu energi masa depan," tutup Elia.(*)

BERITA REKOMENDASI