205 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia Sepanjang 2017

INDONESIA Security Incident Response Team on Internet Infrastructure Coordinator Center (ID-SIRTII/CC) baru saja merilis laporan kondisi keamanan internet Indonesia selama 2017. Data ini diperoleh dari hasil pemantauan dan survei keamanan internet mulai Januari hingga November 2017.

Hasilnya, selama 11 bulan tersebut, kondisi keamanan internet nasional berbeda-beda. Sepanjang 2017, terdapat 2 bulan kondisi keamanan internet sangat buruk, 3 bulan kondisi buruk, 4 bulan kondisi sedang, dan 1 bulan kondisi baik.

Dalam laporan yang diterbitkan ini, ID-SIRTI/CC juga mengungkap bahwa ada sekitar 205.502.159 serangan ke Indonesia. Serangan paling banyak berasal dari malware dengan 36.423.773 aktivitas sepanjang tahun ini.

Pemantauan aktivitas malware ini berkaitan dengan anomali lalu lintas pada IDS yang digunakan ID-SIRTII/CC tiap bulan. Aktivitas malware terendah terjadi pada Januari dengan 75.214 aksi, sedangkan aksi tertinggi terjadi pada Maret sebanyak 24.312.812 aktivitas.

"Total dari seluruh aktivitas malware yang terdeteksi, sebanyak 37,72 persen berkaitan dengan serangan DOS, 20,93 persen adalah exploit, 18 persen trojan, 15 persen merupakan bad unknown, dan sisanya tercatat sebagai adware, shell code, cnc, misc attack, network scan, dan web application attack," tulis ID-SIRTI/CC dalam laporan yang dikutip, Jumat (22/12/2017).

Serangan lain yang juga tercatat dalam data ini adalah insiden website (deface). Tercatat, insiden website terendah terjadi pada Januari dengan 535 kejadian dan tertinggi pada Mei 2017 sebanyak 1.976 kejadian.

ID-SIRTI/CC juga menyebut lima domain teratas yang merupakan korban insiden website, mulai dari Januari hingga November 2017. Adapun lima domain itu adalah .go.id, .co.id, .ac.id, .sch.id, dan .or.id.(*)

 

BERITA REKOMENDASI