45 Negara Terserang Spyware Pegasus

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kasus spyware Pegasus kembali mencuat saat WhatsApp dan induknya Facebook menggugat NSO Group sebagai perusahaan yang menggunakan malware untuk meretas ke dalam ponsel 1.400 orang di 45 negara untuk memata-matai pengguna.

Dari 45 negara yang diumumkan Citizen Lab tidak termasuk Indonesia. Daftar 45 negara itu adalah Algeria, Bahrain, Bangladesh, Brasil, Kanada, Cote d'Ivoire, Mesir, Perancis, Yunani, India, Irak, Israel, Yordania.

Selanjutnya, Kazakhstan, Kenya, Kuwait, Kyrgyzstan, Latvia, Libanon, Libya, Meksiko, Moroko, Belanda, Oman, Pakistan, Palestina, Polandia, Qatar, Rwanda, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Swiss, Tajikistan, Thailand, Togo, Tunisia, Turki.
Ada lagi, Uni Emirat Arab, Uganda, Inggris, Amerika Serikat, Uzbekistan, Yaman, dan Zambia.

Pegasus sendiri merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.

Spyware ini juga bisa menginfeksi melalui panggilan telepon atau tautan yang dikirim lewat email dan SMS. Spyware ini bisa digunakan untuk menyalin data di ponsel dan bahkan menghidupkan mikrofon untuk mengubah telepon untuk menguping pembicaraan sekitar pemilik ponsel.

Banyak pelanggan NSO Group adalah pemerintah. Alasan mereka memesan spyware ini digunakan mengawasi teroris dan memerangi kejahatan serius. (*)

BERITA REKOMENDASI