51.000 Situs di Indonesia Terinveksi Deface

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Peretasan dengan model deface atau masuk ke sistem lebih dalam terhadap suatu situs kerap kali terjadi. Menurut data dari situs zone-h.org, sampai pertengahan bulan Agustus 2016 sudah lebih dari 51.000 situs di Indonesia terkena deface.

Umumnya peretasan ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk menyuarakan pendapat, bentuk protes, menunjukkan eksistensi, kampanye untuk kepentingan tertentu, atau sekadar iseng. Contoh bentuk protes sekaligus kampanye yang disampaikan melalui peretasan situs pernah dilakukan oleh kelompok Anonymous pada akhir 2015. Sebanyak 97 situs di Jepang dan 5 situs di Islandia menjadi target peretasan terkait perburuan lumba-lumba dan ikan paus yang masih terjadi di kedua negara tersebut.

Kelompok Anonymous menentang praktek tersebut dan menyuarakannya lewat tindak peretasan. Di Indonesia, sebagai bentuk protes misalnya terjadi pada situs KPAI yang terkena deface oleh sekelompok pihak yang tidak sependapat dengan dukungan wacana pemblokiran game.

Contoh lainnya adalah situs ICMI dan Dumas Kominfo yang terkena deface akibat munculnya wacana pemblokiran Google dan Youtube. Situs-situs pemerintahan lainnya yang pernah terkena peretasan diantaranya Setkab, ANRI, Lemhanas, dan situs-situs resmi pemerintahan daerah. (*)

BERITA REKOMENDASI