79,8 Persen Pemilik UKM Kini Membuat Website Secara Mandiri

MENGEMBANGKAN Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih menjadi fokus pemerintah dan banyak pihak. Hal ini terjadi karena potensi UKM pada sektor ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan membangun daya saing produk nasional masih sangat menjanjikan. Dengan bantuan teknologi, memasarkan produk UKM pun kini jauh lebih mudah. 

Hadirnya media go online seperti media sosial, marketplace, dan website mengantarkan UKM menjadi bisnis online yang mendatangkan keuntungan lebih bagi pemiliknya. Perusahaan penyedia kebutuhan web-hosting untuk website, Niagahoster melihat proses pemanfaatan website sebagai media go online UKM pun memiliki tantangan tersendiri. Mulai dari proses adaptasi pemilik UKM terhadap manfaat website, proses integrasi marketing, hingga membangun branding dan persona yang kuat di mesin pencari. 

Niagahoster berbagi data seputar perilaku klien UKM yang juga dapat menjadi gambaran UKM Indonesia dalam menghadapi persaingan bisnis online di dunia maya. We Are Social merilis data 2019, menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan 13 persen dari tahun sebelumnya menjadi 149,7 juta pengguna. Peningkatan ini juga disertai dengan tingkat penetrasi internet menjadi 56 persen. 

Semakin familiarnya masyarakat dengan penggunaan internet juga direspon pemilik UKM yang juga giat membangun media online agar lebih dekat dengan target pasarnya. Data dari total pemilik UKM yang memiliki website di Niagahoster menunjukkan 79,8 persen pemilik UKM ini membuat website-nya secara mandiri. Pemilik UKM ini memanfaatkan content management system (CMS) seperti WordPress, Joomla, dan lainnya, untuk kemudahan pembuatan dan pengelolaan website. 

“Dari data ini, kita bisa menyimpulkan bahwa ada proses adaptasi teknologi yang aktif dilakukan oleh pemilik UKM. Jenis website yang dibuat pun beraneka ragam, dari toko online hingga katalog produk.” ungkap Yogi Maulana, Data Analyst Niagahoster.
Masih dari data yang sama, 81,2 persen membuat website untuk promosi dan pengembangan usaha. Sisanya mengaku membuat website untuk belajar internet marketing dan mendapatkan pendapatan pasif.

Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster, menyebutkan bahwa skala usaha yang dimiliki oleh pemilik UKM ini turut berpengaruh pada urgensi memiliki website bagi bisnisnya. “Rata-rata pemilik bisnis atau UKM yang membuat website di kami adalah yang usahanya sudah stabil, tergolong kecil dan menengah, bukan mikro. Mereka ingin scale-up bisnisnya, ingin jangkau pasar, audience yang lebih luas, juga ingin hadir di mesin pencari (Google). Makanya mereka membuat (website),” ucap Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster.

Website Developers Didorong Lebih Responsif Lihat Kebutuhan UKM Kendati sudah banyak pemilik UKM yang membuat website secara mandiri, harus diakui bahwa salah satu tantangannya adalah pengelolaan yang konsisten. Pemilik UKM perlu investasi waktu dan tenaga lebih untuk bisa memaksimalkan website-nya. Menjembatani hal ini, Ade Syah Lubis berbagi opini tentang pentingnya menumbuhkan kesadaran pegiat IT, khususnya website developers, agar melihat kebutuhan besar pada UKM.

“Pertama, belum adanya standar baku pembuatan website yang ideal. Baik dari sisi tampilan dan harga website itu sendiri. Kedua, pemilik UKM yang memiliki kemampuan IT terbatas ini, masih kurang memahami dan aware untuk mencari website developers yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkap Ade Syah Lubis (*)

BERITA REKOMENDASI