Ada Mantra Sihir dari SMA Teladan Yogyakarta

SIAPA bilang mantra hanya berlaku di dunia sihir. Mantra juga manjur untuk menghadapi perkembangan teknologi di zaman modern lho..

"Mantra sihir yang kita, anak-anak SMA seperti saya dan teman-teman maksud adalah kemampuan untuk  membuat aplikasi mobile yang menarik agar bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Semua angan-angan yang kita impikan ternyata bisa kita wujudkan.  Misalnya untuk mempermudah proses belajar mengajar atau keseruan bermain game," ujar Mila salah seorang siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta.

Menurutnya dengan potensi besar dunia teknologi, aplikasi mobile kini menjadi pilihan bisnis bagi siapa saja termasuk anak-anak SMA. Pengembangan aplikasi mobile hingga kini masih sangat besar, terutama aplikasi Android. Di seluruh dunia terdapat 1,4 miliar perangkat Android dan 1,5 juta perangkat yang aktif setiap harinya.

Tidak berhenti sampai di situ, dalam catatan pada tahun 2014, Google Play Store memiliki 1 miliar pengguna aktif setiap bulan dengan rekor 50 miliar unduhan. Angka tersebut berasal dari 190 lebih negara yang membuka akses Google Play. Dari total negara tersebut, terdapat 130 negara yang memungkinkan developer untuk menjual aplikasi dan game mobile yang mereka buat.

Dan sebagai salah satu upaya melengkapi ekosistem digital khususnya di segmen remaja, Telkomsel beberapa waktu lalu menggelar NextDev Junior, sebuah program pelatihan pembuatan aplikasi mobile bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan edukasi yang diikuti ratusan pelajar ini dilaksanakan di 8 lokasi SMA terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan merupakan bagian dari salah satu program Corporate Social Responsibilty (CSR) utama Telkomsel yang bertajuk The NextDev, yang telah dilaksanakan Telkomsel sejak tahun 2013.

"Saat ini segmen remaja merupakan salah satu pengguna aktif Internet dan berbagai aplikasi digital, yang akan membangun Indonesia di masa mendatang. Untuk itu melalui NextDev Junior, kami memberikan pelatihan pembuatan aplikasi mobile kepada pelajar SMA secara berkelanjutan untuk memperkenalkan dunia aplikasi lebih dini ke segmen ini. Tentunya ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menumbuh kembangkan ekosistem digital berbasis aplikasi," ujar Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati.

Tak hanya para siswa yang menanggapi positif upaya Telkomsel dalam menularkan pengetahuan dan ketrampilan untuk membuat aplikasi mobile ini. Para guru juga menyambut kegiatan ini sebagai sarana dan metode baru dalam kegiatan belajar mengajar yang interaktif dan efektif.

"Kami percaya dengan memberikan akses terhadap pendidikan teknologi sejak dini, generasi muda mampu berkompetisi dan menjadi pemimpin masa depan. Bukan hanya karena berbagai pelatihan yang diberikan, tapi juga banyak kesempatan yang diberikan salah satunya oleh Telkomsel ini," jelas Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta, Rudy Prakanto SPd MEng.

Kini setelah enam bulan program NextDev Junior berjalan di Yogyakarta, kemampuan para siswa dalam pengembangan aplikasi mobile menunjukkan hasil yang luar biasa. Meski masih dalam tataran junior, namun kemampuan mereka mendapat apresiasi positif dari pemerintah Provinsi DIY.

"Kami bangga melihat antusiasme anak-anak dalam program NextDev Junior di Yogyakarta. Kami siap mendukung dan membantu percepatan upaya perwujudan Yogyakarta sebagai kota pintar melalui penerapan pendidikan teknologi yang menyeluruh, akses program magang bekerja di bidang TIK dan lainnya. Serta bersama-sama menciptakan aplikasi-aplikasi untuk pelayanan masyarakat yang secara aktif melibatkan guru dan siswa," ungkap Rony Primanto, Kepala Bidang pengembangan Layanan Teknologi Informasi Diskominfo DIY.

Begitulah cerita mantra sihir teknologi yang kini tengah ditekuni remaja Yogya. Dari imajinasi dongeng yang mereka angankan, kini semuanya bisa mereka buat dengan mudah. Sekarang tak kurang dari 720 lebih aplikasi mobile hasil kreatifitas para siswa telah dihasilkan dalam program NextDev Junior ini.  Siapa sangka mantra kecil itu kini telah menjadi sihir yang begitu dekat, begitu nyata. (Danar Widiyanto) 

BERITA REKOMENDASI