Ahli Virus: Sinar Matahari di Indonesia Efektif Bantu Lawan Corona

JAKARTA, KRJOGJA.com – Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19 belakangan ini menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan masyarakat. Virus tersebut mampu menyebar dengan cepat dan menyerang sistem pernapasan manusia. Bahkan hingga saat ini, virus telah menyebabkan 27 ribu lebih korban meninggal dunia di seluruh dunia. Meskipun demikian 130 ribu orang berhasil sembuh dan penularan virus bisa dicegah.

Ahli virus atau Virologist Mohammad Indro Cahyono mengungkapkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar virus tersebut bisa dihancurkan. Dia menjelaskan mengenai bagaimana struktur tubuh virus tersebut.

“Pada bagian luar virus ini terdiri dari glikoprotein, di mana akan mudah hancur dengan menggunakan pelarut lemak,” kata dia.

Pelarut lemak yang dimaksud adalah cairan yang kerap digunakan sehari-hari, tergantung dengan penggunaannya di mana. Misalnya saja dengan sabun atau hand sanitizer untuk kebutuhan membersihkan tangan atau anggota tubuh.

Sementara untuk menghancurkan virus di lingkungan bisa menggunakan pembersih lantai, cairan pencuci piring, dan satu lagi yang biasa disebut disinfektan untuk lingkungan di luar rumah. Disinfektan sendiri memiliki bermacam-macam kandungan, salah satu adalah glutaraldehyde.

“Maksudnya adalah tidak perlu terlalu khawatir kita punya zat khusus apa gitu tisam, banyak sekali yang bisa dipakai karena virus ini sendiri akan gampang hancur,” ujarnya.

Selain itu, virus akan mudah hancur di bawah suhu panas. Indro mencontohkan, seperti di Indonesia dengan suhu rata-rata 26-30 derajat Celcius, virus itu tidak akan bertahan di bawah satu menit.

“Termasuk di tempat terang yang banyak cahaya, ada sinar matahari dia akan hancur. Jadi buat negara seperti Indonesia pada saat masih ada Matahari dari pagi sampai sore, jumlah paparan virus di lingkungan itu sangat kecil,” pungkasnya.

BERITA REKOMENDASI