Akses Sosial Media Melonjak, Awas Investasi Bodong Mengintai

BADAN Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyebutkan bahwa tingkat kecanduan internet masyarakat di Indonesia naik signifikan pada masa pandemi Covid-19. Kecanduan tersebut terutama dalam mengakses sisoal sosial media (sosmed). Kecanduan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menawarkan investasi bodong.

Komisioner BPKN Firman Turmantara Endipradja mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM FK Universitas Indonesia Kristina Siste Kurniasanti, ketergantungan internet pada orang dewasa meningkat selama pandemi Covid-19.

“Terdapat 4.734 partisipan orang dewasa. Berdasarkan survei, peningkatan kecanduan internet meningkat lima kali lipat pandemi, yakni menjadi 14,4 persen dari sebelumnya hanya 3 persen. Adapun, 96 persen mengakses smartphone, dan rata-rata durasi 10 jam per hari,” ujar Firman dalam keterangan resminya, Minggu, (27/9/2020).

Hal tersebut juga dapat dilihat dari lanskap komunikasi yang berubah semakin luas menjangkau, dengan perkembangan Information and Communication Technology (ICT) yang tentunya juga disambut baik oleh pelaku bisnis investasi bodong yang kemudian mempublikasikanya menjadi iklan.

Dengan kata lain, peluang ini tentunya tidak akan luput dari target bisnis pelaku usaha, termasuk perusahaan investasi bodong.

“Seperti perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, media sosial dimanfaatkan oleh pelaku investasi ilegal (bodong) dalam menjerat korbannya,” kata Firman.

BERITA REKOMENDASI