Alakart, Aplikasi Jual Beli Kuliner

JAKARTA (Krjogja.com) – Makin berkembangnya pengguna internet di Indonesia, menciptakan peluang baru untuk bisnis melalui online. Dari mulai pakaian hingga transportasi kini sudah berbasis online.  Dan kini, untuk makanan dan minuman pun juga merambah bisnis berbasis online tersebut.

"Kecenderungan masyarakat untuk berbelanja melalui online kini maju pesat. Ibu rumah tangga yang sibuk bekerja, tidak perlu pusing untuk membeli makanan dan minuman cukup mengangkat telepon, bisa pesan menu apa saja dan barang segera datang," kata kata Co-Founder dan CEO Alakart, Yuanita Handoko di Jakarta, Kamis (26/5).

Guna mengembangkan bisnis ini, tambah Yuanita, tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan transportasi berbasis online untuk mengirim pesanan makanan ke pelanggan. "Nantinya tidak menutup kemungkinan kita akan bekerjasama dengan mereka," katanya lagi. Untuk itu, tambahnya, PT Adammobile Solutions Networks, perusahaan venture builder swasta nasional melalui anak perusahaannya PT Alakart Resto Bersama meluncurkan aplikasi kuliner yang diberi nama Alakart.
Alakart merupakan aplikasi marketplace khusus makanan dan minuman yang sepenuhnya dikembangkan programer asal Indonesia. Lewat aplikasi ini masyarakat bisa menjual dan membeli produk makanan dan minumannya.

"Kelebihan aplikasi ini kami juga menyediakan fitur chating sehingga pembeli dan penjual bisa berinterkasi langsung. Jadi, bisa saja pembeli meminta diskon atau permintaan spesial lainnya," kata  Yuanita Handoko. Selain itu, kata Yuanita, juga disiapkan fitur pembayaran dan logistik untuk memudahkan transaksi.

Untuk menjamin kehigienisan serta kualitas makanan, calon penjual wajib mengikuti ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Alakart serta wajib lulus dalam pengecekan yang dilakukan tim Alakart."Alakart juga memberikan solusi bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menjual makanannya tanpa harus membuka restaurant. Ini juga memberi pilihan baru bagi pecinta kuliner," kata Yuanita.

Sementara itu Adam Suherman, Founder dan CEO Adamobile mengatakan bisnis makanan dan minuman memang cukup menjanjikan. Sebab untuk bisnis tersebut yang bukan online mencapai 6,5 milar dolar AS pertahun. Namun untuk online yang masih relatif baru, belum begitu besar. Sebab dari populasi rakyat Indonesia 250 juta jiwa yang menggunakan internet baru 30 persen atau sekitar Rp 70 juta, namun yang berbelanja melalui online hanya 1 persen." Ini menjadi tantangan. Tapi kami optimis bisnis makanan dan minuman berbasiskan internet akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi," ujar Adam. (Sim)

BERITA REKOMENDASI