Angka Pengangguran di Indonesia Masih Tinggi, Apa Solusinya?

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 5,01 persen data penduduk di usia produktif atau sekitar 6,82 juta orang tak bekerja. Maka dari itu, dalam rangka mendukung program pemerintah mengatasi pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM, PT Ivonesia Solusi Data menciptakan produk inovasi bernama “Paruh Waktu”. Sebuah produk platform yang mengambil semboyan ‘Kerja Sambil Rebahan’.

Elga Yulwardian, CEO & Founder Paruh Waktu disela Launching Kerjasama & teaser pembukaan awal kerjasama Paruh Waktu dengan Syncore untuk agent paruh waktu di kantornya, Meravi.id, Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (24/2/2020) menuturkan segmen yang disasar adalah kaum milenial yang merupakan usia produktif dan memiliki mindset bahwa bekerja dan menghasilkan uang tak harus di kantor.

“Bahkan menghasilkan uang bisa sambil rebahan hanya dengan gadgetmu,” jelasnya.

Elga menuturkan Paruh Waktu merupakan pengembangan dari produk yang sudah terlebih dahulu diluncurkan oleh Ivosights, yaitu Sociomile.

“Produk ini menggunakan engine Sociomile yang disempurnakan. Bedanya Paruh Waktu menjadi platform yang memberikan kesempatan pada siapa pun yang mempunyai waktu luang menghasilkan pendapatan dengan menjadi Customer Service Agent Profesional, sesuai dengan tagline dari Paruh Waktu yaitu ‘Waktu Luang Bisa Jadi Uang’,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, kerjasama ini juga bertujuam melatih anak muda, supaya tidak meninggalkan desa untuk bekerja. Bagi ibu rumah tangga diharapkan mampu bekerja sambil mengurus keluarga dan anak bahkan bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat terus berkarya.

“Kami melakukan pelatihan selama 2 bulan dan selanjutnya dapat bekerja di rumah. Untuk pendaftaran dilakukan di paruhwaktu.id/syncore,” urainya.

Ditambahkannya, Para calon pekerja cukup menggunakan gadget pendukung dan semangat untuk berkembang.

Dari segi waktu, imbuhnya dibuat sangat fleksibel agar para agen bisa mengatur waktunya untuk keperluan lain.

Adapun segmen yang disasar mulai dari kaum milenial hingga ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luangnya untuk menambah pendapatan.

Direktur dan Founder Syncore Indonesia Niza Wibyana Tito didampingi Rudy Suryanto mengurai Indonesia masih menjadi peringkat tertinggi kedua dalam jumlah pengangguran di Asia Tenggara. Mengutip pernyataan BPS yang menyatakan warga berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Adapun untuk menurunkan tingginya angka pengangguran pemerintah mengambil langkah dengan fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di semua sektor. Antara lain, sektor kesehatan, sektor industri, dan sektor infrastruktur.

“Kami berharap apa yang kami lakukan tidak hanya bisnis semata sebagai tolok ukur, tetapi dapat bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI