Antimonopoli Rusia Denda Google

Editor: Ivan Aditya

RUSIA (KRjogja.com) – Otoritas antimonopoli Rusia menjatuhkan denda 438 juta rubel atau sekitar Rp 88 miliar kepada Google setelah membuktikan perusahaan itu bersalah karena menyalahgunakan posisi dominannya di pasar dengan memaksa para pembuat telepon pintar memasang mesin pencarinya di Android.

Lembaga Antimonopoli Federal (Federal Antimonopoly Service/FAS) pada September tahun lalu menyatakan Google melanggar undang-undang perlindungan persaingan setelah penyelidikan menyusul pengaduan dari mesin pencari terbesar Rusia, Yandex. Yandex meminta otoritas antimonopoli mencegah pengemasan secara otomatis telepon Android dengan mesin pencari Google.

Yelena Zayeva, kepala departemen yang mengatur komunikasi dan teknologi informasi di FAS menyatakan putusan itu akan memungkinkan persaingan di pasar perangkat lunak seluler di Rusia berkembang, yang akan berdampak positif bagi konsumen. Semua perusahaan yang produksinya dijual di Rusia harus menaati undang-undang persaingan, termasuk perusahaan-perusahaan transnasional.

Sistem operasi Android dari raksasa teknologi itu mendominasi pasar telepon pintar dengan pangsa sekitar 80 persen, yang memungkinkan Google menawarkan layanan pencarian dan yang lainnya kepada pengguna. Otoritas anti-monopoli Rusia sudah melakukan konsultasi dengan Google guna mencapai kesepaktan damai, tapi ini membutuhkan pengakuan bahwa Google bersalah. (*)

BERITA REKOMENDASI