Apa Langkah Pemerintah Selanjutnya Setelah Usai Registrasi Kartu SIM

JAKARTA, KRJOGJA.com – Proses registrasi kartu SIM bakal resmi berakhir pada 30 April 2018. Setelah itu, kartu SIM yang tak didaftarkan akan diblokir seluruh layanannya, mulai dari SMS, telepon, dan internet.

Lantas, apa langkah pemerintah setelah masa registrasi kartu SIM ini berakhir? Menurut Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza dalam keterangannya, setelah registrasi usai, pemerintah akan mulai intensif melakukan pengendalian penyalahgunaan nomor.

"Kami akan mengintensifkan pengendalian penyalahgunaan nomor ini dengan pihak kepolisian," tuturnya.

Dengan cara ini, menurut Noor, tindak lanjut dari pengaduan terhadap sebuah nomor dapat dilakukan lebih cepat. Tak tertutup pula ada tindak lanjut secara hukum sebab akan ada koordinasi dengan pihak kepolisian.

Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 350 juta nomor yang teregistrasi. Jumlah itu, menurut Noor, berdasarkan rekonsiliasi data yang dilakukan per 24 April 2018.

"Ada kemungkinan jumlah itu bertambah karena akan dilakukan rekonsiliasi data lagi pada 2 Mei 2018 bersama operator seluler dan dukcapil," tuturnya menjelaskan.

Sekadar informasi, tanggal 30 April 2018 merupakan hari terakhir pelanggan prabayar untuk melakukan registrasi kartu SIM.

Karenanya, pelanggan yang belum melakukan pendaftaran hingga pukul 23.59 hari ini akan diblokir seluruh layanannya.

"Nanti malam pukul 00.00 proses pemblokiran layanan SMS, telepon, dan internet akan mulai dilakukan," tutur Noor Iza.

Kendati demikian, ia menuturkan dalam masa pemblokiran ini pengguna masih dapat mendaftarkan nomor miliknya. Proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri atau langsung di gerai dan outlet mitra operator.

"Proses pendaftaran masih bisa dilakukan selama kartu memang masih aktif. Untuk melakukannya dapat melalui 4444 atau mengunjungi gerai operator," tuturnya menjelaskan.

Ia pun mengingatkan jumlah nomor maksimal yang dapat didaftarkan adalah tiga nomor dari operator yang sama.

Sementara bagi pengguna yang ingin mendaftarkan nomor lebih dari tiga diharuskan melalui gerai operator bersangkutan, Noor Iza menjelaskan tak ada batasan jumlah nomor yang dapat didaftarkan, tapi ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh pengguna.

"Pengguna sebenarnya dapat mendaftarkan 10 nomor dari satu operator. Itu dirasa sudah lebih dari cukup, tapi kalau ada yang ingin mendaftarkan lebih dari itu harus menyertakan surat pernyataan untuk apa nomor-nomor tersebut," ujarnya.

Kepastian ini senada dengan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys yang dihubungi secara terpisah.

Ia menuturkan, pengguna yang nomor prabayarnya diblokir total masih bisa melakukan registrasi setelah 1 Mei 2018.

"Setelah 1 Mei 2018, pengguna yang nomor prabayarnya diblokir total masih boleh registrasi tetapi harus datang ke galeri operator yang bersangkutan," katanya.(*)

 

BERITA REKOMENDASI