Apple, Google, Microsoft, Dell dan Tesla Digugat

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Kelompok Advokat internasional menuntut Apple, Google, Microsoft, Dell dan Tesla yang menggunakan anak-anak sebagai tenaga kerja di tambang kobalt di Negara Kongo.

International Rights Advocates megajukan gugatan class action terhadap lima perusahaan tersebut di pengadilan Washington D.C, Amerika Serikat. Gugatan menuduh lima perusahaan raksasa tersebut 'secara sadar mendapat manfaat dari dan membantu dan bersekongkol dengan penggunaan anak-anak yang kejam dan brutal' untuk menambang kobalt dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Para tergugat telah mengetahui dalam  'periode waktu yang signifikan' bahwa sektor pertambangan Kongo 'tergantung pada anak-anak'. Kobalt yang ditambang di wilayah tersebut terdaftar sebagai barang yang diproduksi oleh pekerja anak atau kerja paksa oleh US Department of Labor.

Laporan tersebut mengatakan nasib anak-anak ini telah dilaporkan banyak media, seperti Washington Post, The Guardian, dan lainnya. "Lebih jauh, kengerian nasib anak-anak ini telah banyak dilaporkan di media," kata gugatan tersebut.

Kobalt adalah komponen utama baterai lithium-ion yang ditemukan di hampir setiap gadget elektronik yang dapat diisi ulang. Dua pertiga kobalt dunia berasal dari Kongo.

Pembuat mobil listrik itu juga mengatakan bahwa sebagian besar kobaltnya diambil dari pemasok di luar Kongo dan berkomitmen  hanya memasok bahan yang diproduksi secara bertanggung jawab. (*)

BERITA REKOMENDASI