Asteroid Besar Hampiri Bumi

CALIFORNIA (KRjogja.com) – NASA telah menangkap informasi tentang asteroid pada Minggu lalu. Dilansir Ibtimes, Panoramic Survey Telescope & Rapid Response System (Pan-STARRS) yang didanai oleh NASA pertama kali menemukan asteroid tersebut.

 

Kabarnya, asteroid itu berjarak sekira 310 ribu mil dari Bumi. Peneliti juga menggunakan program komputer untuk mengetahui asteroid mana yang melayang di luar angkasa yang berpotensi membahayakan Bumi.

"Saat teleskop pertama menemukan objek bergerak, yang Anda tahu ialah hanya sebuah titik, yang bergerak di angkasa," kata astronom Paul Chodas dari JPL.

Ia mengatakan, peneliti belum mengetahui seberapa jauh objek asing itu. Untuk itu, dikerahkan lebih banyak teleskop luar angkasa untuk membidik objek tersebut, sehingga lebih banyak data yang dikumpulkan .

Semakin banyak data yang diperoleh, maka peneliti mengetahui apakah asteroid itu besar atau kecil dan kemana laju objek tersebut. Akan tetapi, terkadang peneliti tidak memiliki banyak waktu untuk membuat observasi.

Chodas mengungkapkan, NASA yang membayar beberapa teleskop di Bumi memindai langit malam untuk mencari asteroid yang mendekat. Ditemukan sedikitnya lima asteroid di malam hari.

Ia mengatakan, NASA memiliki target untuk menemukan 90 persen dari astroid berukuran 140 meter serta asteroid yang berukuran lebih besar. Saat ini, NASA baru menemukan 25-30 persen dari asteroid tersebut.

Komet, meteor dan asteroid merupakan benda luar angkasa yang dapat menghantam sebuah planet. Komet merupakan sebongkah benda luar angkasa yang mengandung es, batu dan debu. Selain itu, komet memiliki ukuran diameter beberapa mil serta mengorbit matahari.

Sementara meteor merupakan sebuah meteorid yang memasuki atmosfer Bumi dan mengalami proses penguapan. Meteor seringkali disebut sebagai bola api atau "shooting star".

Selain meteor, terdapat pula penamaan meteorit. Meteorit ini merupakan sebuah meteor yang berhasil mendarat di Bumi. Benda luar angkasa ini sukses menghantam permukaan planet tanpa mengalami proses terbakar di atmosfer.

Sedangkan asteroid, merupakan objek luar angkasa yang umumnya berukuran lebih besar ketimbang meteorid.

Asteroid ini mengorbit matahari dan terbuat dari kandungan batu atau logam. Secara historis, batu luar angkasa yang berukuran lebih besar dari 10 meter ditetapkan dengan penamaan asteroid. (*)

 

BERITA REKOMENDASI