Awarding Event Indonesia Android Kejar Batch 3 Yogyakarta

YOGYA, KRJOGJA.com – Cita-cita pemerintah Indonesia untuk mencetak 100.000 developers atau pengembang didukung oleh Google Developers. Dukungan tersebut berupa dibentuknya Indonesia Android Kejar atau IAK pada tahun 2016. Untuk tahun 2017, diadakan IAK batch 3 yang tersebar di 10 kota, termasuk Yogyakarta. IAK adalah sebuah kelompok belajar bagi masyarakat yang ingin mengenal program Android.

Bulan April-Mei merupakan IAK batch 3 periode pertama. Pada hari Minggu (11/6/2017), diadakan Awarding Event Indonesia Android Kejar Batch 3 Yogyakarta di University Club Universitas Gadjah Mada yang diikuti oleh fasilitator dan partisipan IAK batch 3.

Acara dibuka dengan pemaparan mengenai Mobile Market/Opportunity & Challenge oleh Fadli Wilihandarwo selaku Google Business Group. “Indonesia memiliki pasar yang besar. Kita tidak hanya membuat aplikasi, tapi kita lihat impact apa yang bisa kita beri kepada dunia. Saya membuat aplikasi Pasienia karena saya melihat keresahan pasien-pasien yang membutuhkan dukungan,” ujar CEO aplikasi Pasienia, sebuah aplikasi sosial media pertama bagi pasien di Indonesia.

Adapun talkshow fasilitator Indonesia Android Kejar yang dimoderatori Anna Erdiawan dari Chromplex. “Developer di Yogyakarta memiliki potensi yang kreatif,” ujar Fatima Azzahro, fasilitator IAK batch 3 sekaligus Android developer di Binar Academy.

Selain Fatima, adapun Rio Swarawan Putra sebagai Android developer di Tonjoo berbagi pengalamannya selama bekerja di dunia programming. 
Partisipan IAK angkatan 3 di Yogyakarta bervariasi. Pada sesi talkshow kedua, perwakilan partisipan yaitu dr Kinik Darsono dan Rizka Dian berbagi cerita.

Dokter Kinik yang kini menjabat kepala bagian IT RSUD Sragen senang melihat anak-anak muda giat belajar programming, “Saya menjembatani logika seorang dokter dan seorang developer. Sebagai developer, kita membuat aplikasi untuk manusia sehingga kita perlu mengadakan pendekatan sosial. Jangan sampai hanya asyik mengutak-atik kode,” ujar alumni Fakultas Kedokteran UGM ini.

Partisipan lain yaitu Rizka Dian dari ST3 Telkom Purwokerto, “Saya berharap jika IAK dapat meluas, karena di Purwokerto banyak teman-teman yang tertarik dengan pengembangan Android.”
Nur Hildayanti Utami, selaku project manager IAK batch 3 Yogyakarta, mengatakan jika antusiasme masyarakat terhadap IAK tinggi.

“Setiap batch-nya yang daftar ribuan orang. Ada beberapa peserta IAK yang masih berstatus siswa SMP, SMA, guru, dosen, konsultan, dokter, polisi, PNS bahkan ada yang masih berumur 10 tahun dan banyak lagi,” ujarnya. Wanita yang akrab disapa Hilda ini juga menambahkan jika IAK siap memfasilitasi siapapun dan tanpa dipungut biaya, alias gratis.

“IAK berperan sebagai penggerak ekosistem developer Android di Indonesia, kami ingin semua pihak saling bahu membahu untuk bisa meningkatkan skillnya dan bahkan bisa berkolaborasi untuk menciptakan suatu aplikasi yang bermanfaat untuk indonesia,” terang Hilda.

Pada puncak acara, diadakan pemberian penghargaan kepada fasilitator dan partisipan IAK batch 3. Periode pertama IAK batch 3 telah selesai dan akan dimulai periode dua pada Juli-Agustus, periode tiga pada September-Oktober, dan periode terakhir pada November-Desember 2017. (Nur Fahmia)

 

BERITA REKOMENDASI