‘Banda Detachment’, Bom Waktu Bencana di Indonesia?

SEBUAH palung menganga diketahui berada di dasar laut di Laut Banda di Indonesia Timur. Robekan di kerak bumi itu dalamnya sekitar 7,2 kilometer dan luas mencapai 60 ribu kilometer persegi atau sekitar ukuran wilayah Tasmania, Australia.

Para ahli geologi baru-baru ini menemukan bahwa rekahan yang mereka sebut sebagai Banda Detachment itu adalah salah satu patahan terbesar yang ada di Bumi yang melalui Ring of Fire atau area di Samudra Pasifik di mana sejumlah besar gempa dan erupsi gunung berapi terjadi.

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sekitar 90 persen lindu yang terjadi di dunia dan 81 persen gempa terhebat di muka Bumi terjadi di sepanjang Ring of Fire. Pun dengan 75 persen erupsi gunung berapi.

Cincin Api Pasifik tersebut melewati Selandia Baru, bagian atas Benua Australia, sebagian wilayah Indonesia, Jepang, lalu menuju wilayah Pantai Barat Amerika Serikat sebelum berakhir di bagian bawah Amerika Selatan.

Penelitian tentang Banda Detachment dilakukan oleh tim peneliti geologi dari Australian National University dan Royal Holloway University of London.

Tim peneliti mempelajari peta dasar laut di wilayah Laut Banda di Samudra Pasifik sebelum mengekstrapolasi dengan kegiatan lapangan dalam merumuskan hipotesis mereka.

Rekahan di Laut Banda itu diprediksi bisa menyebabkan gempa dan tsunami yang diperkirakan lebih katastropik tak hanya karena letaknya di Ring of Fire. Gempa-gempa yang terjadi di sekitar jurang dalam itu bisa membuatnya bergeser (slip), memicu tremor yang lebih ganas di pulau-pulau sekitarnya.

Pergeseran mendadak di jurang laut itu bisa melepaskan energi dalam bentuk gelombang, menyebabkan gempa yang lebih dahsyat. (*)

BERITA REKOMENDASI