Belajar Kustom Otomotif di Retro

INGIN tahu banyak seputar jagat rancang bangun atau kustom otomotif? Salah satunya dapat datang di kompleks Retro Classic Cycles kawasan Jalan Melati Wetan Yogya. Sebagai pemilik usaha ini tak lain Lulut Wahyudi yang dikenal sebagai penggagas Indonesian Kustom Kulture Festival(Kustomfest) yang rutin digelar setiap tahun sekali.

 

Kompleks kantor dan workshop Retro Classic Cycles dilengkapi juga dengan kantin yang buka sampai malam hari, sehingga para penggemar otomotif biasa nongkrong santai di kantin sembari diskusi seputar rancang bangun kendaraan. 

“Sejak sekitar tahun lalu tempat kami bahkan menjadi sekretariat Kelompok Industri Kreatif Otomotif Yogyakarta disingkat Kikoyo.  Sedikitnya ada delapan orang pemilik bengkel kustom sudah bergabung di Kikoyo. Kami pun biasa menerima pelajar maupun mahasiswa yang ingin magang kerja di sini,” ungkap Marketing Communication Retro Classic Cycles, Aan Fikriyan.

Aan mengaku terbuka dengan siapa saja yang ingin belajar seputar otomotif sampai rutin menggelar Kustomfest termasuk bagian dari mengobarkan semangat terutama kepada generasi muda dalam rancang bangun, kustom ataupun modifikasi kendaraan. Selain itu  bagian dari memberikan ruang seluas-luasnya seputar ‘art of engineering’ atau penggabungan unsur seni dan mesin kendaraan.

Khusus untuk sepeda motor, kata Aan lebih spesial di motor dengan kekuatan di atas 600 cc. "Kami menerima juga restorasi atau membangun ulang mobil-mobil klasik. Ibaratnya, seorang artis yang sudah keriput bisa dipoles kembali menjadi tak keriput. Bagian hidung juga bisa dibuat lebih mancung,” ujar Aan.

Pria asal Condongcatur Sleman ini pun sejak lima tahun  menjadi wakil direktur pelaksanaan Kustomfest. Even ini dikenal sebagai festival kustom kulture, kolaborasi pertunjukan dari berbagai jenis karya kustom Indonesia antara lain meliputi Motor Kustom,  Hot Rod dan Kustom Cars, Sepeda Kustom, Pedal Car, Body Art, Die Cast, Paint Work,  Seni dan Budaya dan Entertaiment. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI