Berbagi Pengalaman Seputar Budidaya Cacing

BEBERAPA jenis cacing layak dibudidayakan, sebab dibutuhkan masyarakat seperti sebagai umpan memancing dan pakan burung.  Bahkan media yang digunakan untuk memelihara cacing dapat dijadikan pupuk organik dan bisa menambah penghasilan tersendiri.

Hal ini diungkap praktisi pembudidaya cacing asal Bantul, Ruwi Wahyudi yang mempunyai lokasi beternak cacing di kawasan Bantul dan Wonosobo saat menjadi pembicara pelatihan budidaya cacing di Taman Baca Masyarakat (TBM) Teras Baca Guyub Rukun Sedayu Bantul, baru-baru ini. Pasca pelatihan, peserta dipersilakan untuk bisa datang ke lokasi beternak cacing, namun harus janjian terlebih dahulu.

"Kami siap mendampingi juga jika teman-teman bersemangat untuk bisa membudidayakan cacing. Agar bisa berhasil butuh ketelatenan dan fokus atau jangan asal beternak,” tandas Ruwi.

Sekarang ini, sebutnya, ada tiga spesies cacing tanah yang sudah biasa dibudidayakan atau diternakkan, yakni  jenis Lumbricus rubellus, Pheretima asiatica dan Perionyx exavatus.  Hasil panenan dari cacing antara lain sebagai pakan burung, umpan memancing, untuk penelitian para mahasiswa serta dijadikan bahan untuk produk farmasi maupun kosmetik.  Selain itu dapat dipadu bahan lain sehingga menjadi pakan ternak wujud pelet yang kaya kandungan protein.

“Ketiga spesies cacing tanah yang sudah biasa dibudidayakan warga menyukai pakan wujud bahan-bahan organik, misalnya  berasal dari pupuk kandang, ampas tahu dan sisa-sisa tumbuhan terutama jenis sayur- mayur,” terang Ruwi.

Ketua TBM Teras Baca Guyub Rukun, Triyanto menjelaskan, taman baca di pedukuhannya berdiri sejak dua tahun lalu. Sebagai salah satu divisi organisasi karang taruna, pihaknya mempunyai kepengurusan tersendiri. Beberapa pelatihan pernah diselenggarakan di Teras Baca Guyub Rukun, misalnya pelatihan membuat pupuk organik dan hasilnya sampai sekarang ini pihaknya bisa rutin membuat organik. (Yan)

BERITA REKOMENDASI