Berburu Konten Pornografi, Kemkominfo Uji Algoritma Bigo

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bakal melakukan uji coba algoritma milik platform internet Bigo guna menemukan konten pornografi yang ada di dunia maya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan.

Pria yang karib disapa Semmy ini mengatakan, ia dan timnya sempat melihat sistem untuk menyaring konten-konten pornografi dan pornoaksi yang digunakan Bigo di kantornya yakni di Guangzhou, Tiongkok.

"Waktu itu Bigo banyak pornoaksi, kemudian kami tutup (blokir), terus Bigo mengajukan pembukaan office di sini, saya lihat sistem mereka di sana (Guangzhou) dan mereka memperbaiki. Malah kalau kami lihat sistemnya untuk filtering konten-konten porno lebih akurat," kata Semmy, dalam keterangannya, Selasa (22/5/2018).

Melihat keakuratan algoritma Bigo untuk menyaring konten pornografi, Kemkominfo, kata Semmy, tertarik untuk menerapkannya di Indonesia dengan tujuan yang sama.

"Itu algoritmanya bisa mendeteksi orang-orang yang buka baju, itu terbaca algoritma, jadi ini untuk mendeteksi image. Nah, kami melihat mereka punya algoritma yang bagus untuk menangkal pornografi," tutur Semmy.

Semmy mengatakan, Kemkominfo sebenarnya sudah memiliki mesin pengais konten negatif, tetapi itu hanya untuk mengais konten tulisan.

Menurut Semmy, memang diperlukan filter penyaringan lain untuk mempercepat dan meringankan kinerja tim Aptika dalam menangkal konten pornografi.

"Konten pornografi itu banyak, makanya harus dicari terus. Jadi kami ingin uji coba apakah (algoritma Bigo) membantu enggak, bisa lebih cepat enggak. Kalau saya sih bulan Ramadan fokus dengan ini dulu. Kemkominfo ingin mencobanya untuk membantu mempercepat pencarian," ucap pria berkacamata ini.(*)

BERITA REKOMENDASI