Berhematlah, Cadangan Minyak RI Bisa Habis 12 Tahun Lagi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi cadangan minyak RI akan habis dalam 12 tahun ke depan. Oleh karena itu, perlu ada penggunaan teknologi untuk meningkatkan cadangan minyak bumi tersebut.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar dalam keterangannya mengatakan, saat ini Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak bumi sekitar 3,3 miliar barel. Dengan asumsi produksi konstan 800 ribu per hari tanpa adanya temuan cadangan baru, maka dalam 11-12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu memproduksi minyak bumi lagi.

“Tapi ini mungkin tidak 11-12 tahun ke depan, karena produksi akan turun. Tahun depan mungkin turun menjadi 700 ribu (bph) dan seterusnya,” kata Arcandra, di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurut Arcandra Tahar, faktor teknologi dan temuan cadangan baru, adalah kunci keberlangsungan produksi minyak bumi di Indonesia. Teknologi eksploitasi minyak bumi saat ini hanya dapat mengambil 40-50 persen cadangan minyak dari dalam perut bumi.

“Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa menguras lebih. Selama anak cucu kita bisa menemukan teknologi itu, kita tidak akan bisa memproduksi lebih dari itu. Untuk gas lebih baik, kita masih (memiliki cadangan) 25-50 tahun ke depan,” ungkapnya.

Arcandra melanjutkan, cadangan terbukti minyak Indonesia yang mencapai 3,3 miliar barel tersebut bukanlah cadangan yang melimpah. Bila dibandingkan dengan cadangan terbukti minyak dunia, hanya setara dengan 0,2 persen. Selain itu, Reserve Replacement Ratio (RRR) Indonesia juga dinilai masih rendah.

“Kita hanya mampu reserve replacement ratio 50 persen. Itu adalah rasio berapa banyak yang kita ambil terhadap berapa banyak (cadangan minyak) yang kita temukan. Kita dua kali lebih banyak mengambil daripada menemukan, sementara negara-negara tetangga RRR-nya banyak yang di atas 100 persen," tandas Arcandra Tahar.(*)

BERITA REKOMENDASI