Bertabrakan dengan Planet Kerdil, 2 Sisi Bulan Ternyata Jadi Tak Simetris

SELAMA beberapa dekade, para ilmuwan berupaya untuk menjelaskan sifat asimetri dari dua sisi Bulan, yang menampilkan perbedaan mencolok dalam ketinggian, komposisi dan ketebalan kerak.

Sekarang, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Planets menemukan bahwa perbedaan itu disebabkan oleh tabrakan besar-besaran dengan planet kerdil pada awal Tata Surya.

Sepanjang perjalanan kembali ke misi Apollo NASA pada 1960-an dan 1970-an, pengamatan pada Bulan telah menyoroti bentuk asimetri di antara kedua wajahnya.

Sisi terjauh Bulan yang selalu menghadap memunggungi Bumi ditutupi oleh kawah. Sedangkan sisi yang dekat dengan Bumi, yang biasa kita lihat, ditandai dengan cekungan terbuka rendah.

Pada 2012, misi Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL) NASA memperoleh data gravitasi di Bulan, yang mengungkapkan bahwa kerak Bulan sebenarnya lebih tebal dan mengandung lapisan material tambahan di sisi yang jauh.

Satu hipotesis menunjukkan bahwa pernah ada dua Bulan yang mengorbit Bumi, dan kemudian menyatu untuk membuat satu objek, sangat awal dalam pembentukannya.

Sedangkan gagasan lain menyatakan bahwa objek besar ​​seperti planet kerdil atau asteroid, ​​bertabrakan dengan Bulan, dan setelah itu membentuk kerak yang kuat.

Jika skenario kedua benar, maka harus ada tanda-tanda dari dampak seperti itu dalam struktur kerak Bulan pada hari ini, menurut Meng Hua Zhu, penulis utama makalah ini yang dikutip dari Newsweek, Rabu (22/5/2019).(*) 

BERITA REKOMENDASI