Bill Gates Patahkan Teori Konspirasi Vaksin Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

BILL Gates akhirnya buka suara perihal isu teori konspirasi vaksin Covid-19 yang tengah merundungnya. Beberapa waktu lalu, dia dituduh hendak menanamkan alat pelacak pada tubuh manusia melalui Vaksin Covid-19, karena telah mendonasikan jutaan dollar untuk membantu pengembangannya.

Namun, mengutip laporan CNBC, Kamis (23/7/2020), Bill Gates akhirnya membantah tuduhan itu. Tindakan ini terpaksa dia lakukan mengingat lebih dari 28% warga Amerika Serikat mempercayai rumor atau teori konspirasi tersebut.

“Kita harus menunjukkan kebenarannya. Saya harap masalah itu segera hilang setelah orang-orang mengetahui faktanya,” kata Bill Gates saat diwawancara oleh CBS News.

Sejauh ini, Badan Pengawas Obat dan Amerika Serikat (FDA) belum menemukan vaksin yang tepat untuk memberantas Covid-19 yang telah membunuh lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia.

Data terakhir yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memang ada 100 jenis vaksin yang tengah memasuki tahap pengembangan, dan 23 di antaranya siap digunakan untuk uji klinis kepada manusia.

Pada Februari lalu, Bill dan Melinda Gates Foundation diketahui menyumbangkan Rp1,4 triliun untuk keperluan penelitian vaksin virus corona. Donasi itu dia berikan, setelah WHO mengumumkan bahwa dibutuhkan setidaknya Rp9,8 triliun untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Tak hanya itu, pada awal Juni lalu, yayasan yang didirikan Bill Gates juga memberikan donasi tambahan senilai Rp23 triliun kepada Gavi, sebuah organisasi yang berfokus pada peningkatan imunitas anak selama pandemi Covid-19.

“Kami hanya ingin memastikan tidak ada orang yang meninggal hanya karena mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan vaksin,” kata Bill Gates.

“Kami pastikan, kami akan mendapat kesepakatan yang baik dalam pengembangan vaksin ini, dan kami ingin dunia juga mendukungnya. Beberapa perusahaan juga telah menunjukkan komitmen mereka,” tambahnya.

Gates berharap, FDA dapat melakukan tugas mereka dengan baik, termasuk mengulas beberapa formula vaksin yang berpotensi. Sejak beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat memang sedang berfokus mengembangkan vaksin Covid-19.

Namun menariknya, berdasar hasil survey Associated Press – NORC Center for Public Affairs Research, hanya setengah warga Amerika yang bersedia divaksin ketika para ahli berhasil menciptakannya. Sementara 7 di antara 20 warga Amerika Serikat lainnya, mengaku khawatir dengan keamanan vaksin corona.

Gates juga mengatakan vaksin yang dinilai potensial nampaknya membutuhkan dua dosis sekaligus, sehingga mungkin akan membatasi jumlah penerima vaksin ketika tersedia.

BERITA REKOMENDASI