BKF Diminta Aktif Main Medsos, Nih Alasannya

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF) agar lebih koperatif dalam melakukan riset penelitian. Dirinya juga mendorong agar BKF bisa menyampaikan hasil penelitian melalui media sosial (Medsos).

"Saya ingin BKF lebih lagi bukan hanya Pak Suahasil ngomong makro ekonomi atau update ekonomi. Itu fungsi BKF yang sangat mininal. Saya ingin BKF lebih aktif lagi menjadi cyber army dari Kemenkeu," katanya, Rabu (28/8/2019).

"Saya ingin research yang ada diterjemahkan ke dalam blog, media sosial seperti twitter. Meski karakternya terbatas, tapi bagaimana anda bisa menerjemahkannya ke twitter," sambung dia.

Dengan skema tersebut, diharapkan masyarakat mengetahui semua kondisi perekonomian serta apa-apa saja yang menjadi kebijakan ekonomi secara nasional. "Sehingga membuat orang lain tahu soal ekonomi kita, kebijakan kita. Itu bagaimana cara kita bisa influence Indonesia," imbuh Sri Mulyani.

Kendati demikian, Bendahara Negara ini menegaskan upaya yang dilakukan ini tidak akan mengubah tugas pokok dan fungsi dari BKF itu sendiri. BKF akan tetap bekerja mengkaji serta melakukan penelitian dan membentuk kebijakan yang berdasarkan fakta-fakta metodelogi. Sehingga pada akhirnya membuat kebijakan sesuai dan membuat ekonomi memiliki daya tahan.

"Pada akhirnya Indonesia bisa berubah dari middle ke higher income, pengetahuan yang meningkat, serta bauran kebijakan yang baik. Saya memiliki ekspetasi yang besar pada Anda. Saya berpikir bagaimana Kemenkeu biaa menjadi kementerian yang sangat baik didukung oleh banyak riset dari BKF," tandas Sri Mulyani.(*)

BERITA REKOMENDASI