Dari Solo, Oorth Ingin Saingi Facebook

SOLO, KRJOGJA.com – Sejumlah anak muda dari Solo berhasil mencipta , Oorth, brand aplikasi media sosial (medsos) yang belakangan ini terus mengalami kenaikan jumlah user secara signifikan. 

"Benar, adanya sejumlah peristiwa yang berujung adanya tindakan memboikot facebook bahkan menjadi viral. Terjadi migrasi besar-besaran  pengguna Facebook menuju ke Oorth," ujar CEO Oorth, Krishna Adityangga kepada wartawan di ruang kerjanya di Jalan Slamet Riyadi Solo, Rabu (3/1/2018).

Krishna didampingi Dhanny Ardriansyah, Co Founder Oorth mengatakan di tahun 2018 ini seakan ada trend kenaikan jumlah user yang mendaftar di akun medsos karya anak bangsa yakni Oorth. "Trend nya cukup signifikan dari 2.000 user merangkak naik hingga data terakhir mencapai 50.000 user,"ujarnya.

Diakui oleh Krishna akumulasi pendaftar Oorth pada akhir  Desember 2017 kemarin terjadi lonjakan sampai ribuan. Bahkan sempat terjadi bottle neck atau padatnya lalu-lintas user baru yang mendaftar dalam satu hari.

"Rata-rata ada dua ribu user baru yang mendaftar. Aplikasi Oorth yang merupakan karya anak bangsa ini perlu disuport oleh pemerintah. Negara maju seperti Tiongkok serta Korea juga melakukan proteksi dan memberi suntikan investasi terhadap aplikasi medsos bikinan warga bangsanya," kata Krishna.

"Saya kira Presiden Jokowi yang sangat besar perhatiannya terhadap perkembangan IT mau mensuport kalau tahu kiprah Oorth yang digawangi oleh sejumlah anak muda yang bertekad berjuang di Solo bukan di kota besar seperti Jakarta untuk mengendallikan jaringan medsos Oorth," imbuh Khrisna.

Khrisna dan manajemen aplikasi Oorth  optimis , sejak dilakukan launching aplikasi Oorth bulan  Oktober 2017 sampai sekarang puluhan ribu user dari berbagai negara telah mendaftar dan memiliki akun di Oorth. "Bukannya sombong kalau situasinya trend nya terus naik , Oorth optimis, tahun 2019 bisa menggeser Facebook setidaknya di Indonesia," papar Krishna.

Menurut Khrisna ada sejumlah hal dari aplikasi Oorth  yang patut diunggulkan dibanding medsos lainnya. Fitur di Oorth memang sengaja dibuat beda, seperti mengintegrasikan sosial media, berita, komunitas dan chat grup. Lalu, Chat grup dan komunitas tak dipunyai di Facebook. Bahkan dalam waktu dekat  Oorth  segera merilis  versi terbaru Oorth yakni versi 1.3.0 yang telah upgrade dengan  penambahan saluran (channel) berita.

Terkait maraknya sejumlah komunitas yang menjadi user Oorth, Khrisna mengakomodir kebutuhan para anggota komunitas. Di aplikasi Oorth ada 
fitur bernama community grading. Fitur ini (community grading), mampu memungkinkan berbagai komunitas yang mendaftar di sosial media tersebut untuk dapat bercengkerama melalui chat community yang telah tersedia. "Bila mereka melakukan rapat atau meeting melalui Oorth, datanya bakal tersimpan dan dapat diakses sewaktu diperlukan,"paparnya.

CEO Oorth, Krishna Adityangga menambahkan untuk menjadikan Oorth 'go internasional' pihaknya  memasarkan Oorth ke kancah dunia. "Kami telah melakukan roadshow ke sejumlah negara. Setidaknya ada 10 negara dunia yang tertarik dengan aplikasi Oorth  ini."papar Khrisna. (Hwa)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI