Desa Apps, Solusi Pertanian di Era Digital

APAKAH Anda seorang petani yang berkonsultasi soal pertanian langsung pada ahlinya? Desa Apps, setidaknya bisa membantu menjawab pertanyaan Anda. Aplikasi berbasis Android keluaran Universitas Gadjah Mada (UGM) ini merupakan penyuluh pertanian digital. 

Aplikasi tersebut pertama kali diinisiasi Fakultas Pertanian UGM pada tahun 2014. Ada beragam informasi pertanian yang bisa didapatkan.

"Aplikasi ini menyediakan ruang untuk konsultasi langsung dengan para ahli dan penyuluh, serta mendapatkan beragam informasi tentang dunia pertanian seperti prediksi cuaca, harga pangan, info kantor, dan toko pertanian,” jelas Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, Dr Jamhari SP MP belum lama ini.

Permasalahan petani bisa segera diatasi, adalah semangat yang dimiliki aplikasi Desa Apps. Menurut Jamhari, aplikasi tersebut sebenarnya merupakan respon dari realita dunia pertanian saat ini, dimana selain kekurangan penyuluh pertanian juga rendahnya minat masyarakat pada pertanian, terutama kaum muda.

Jamhari mengungkapkan, keberadaan Desa Apps sebenarnya merupakan bentuk pengabdian para dosen pada masyarakat dalam bentuk aplikasi digital. Sebab, tidak memungkinkan jika selain mengajar masih disibukkan dengan melakukan penyuluhan pertanian di lapangan.

“Lewat Desa Apps kita ingin menciptakan petani masa depan yang gadget minded,” kata Jamhari.

Tidak hanya petani di kawasan Yogyakarta saja, banyak petani di berbagai wilayah di Indonesia memakai Desa Apps. Mereka diantaranya berasal dari Jawa Barat, Denpasar, Baubau, Jeneponto, bahkan Merauke.

Sementara itu Kepala Departemen Ilmu Tanah Faperta UGM, Dr Benito Heru Purwanto menambahkan, aplikasi Desa Apps juga bisa dimanfaatkan para petani sebagai media belajar dan bertukar pengalaman.

“Ketika seorang petani bertanya, sebenarnya ada interaksi dengan petani lain di indonesia, ada proses pembelajaran dari tiap topik yang ditanyakan ke ahli,” jelas Benito. (*-34)

BERITA REKOMENDASI