Enam Aplikasi Masih Berbagi Data Pribadi ke Facebook

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Lembaga nonprofit Privacy International menemukan jika sejumlah aplikasi pada perangkat android masih digunakan untuk berbagi data pribadi ke Facebook. Privacy International mencatat setidaknya ada tujuh aplikasi yang masih berbagi data penggunanya kepada Facebook.

Keenam aplikasi tersebut yakni Yelp, Duolingo, Indeed, King James Bible app, Qibla Connect, dan Muslim Pro. Lembaga yang berbasis di Inggris ini juga menemukan jika aplikasi-aplikasi tersebut merekam informasi mengenai minat pengguna, identitas, hingga rutinitas pengguna yang dikirimkan melali Google Ads.

"Kabar buruknya, enam aplikasi seperti Yelp, Duolingo, King James Bible, Qibla Connect, Muslim Pro, dan Indeed masih mengirimkan data pribadi Anda ke Facebook tanpa persetujuan," tulis Privacy International.

Upaya berbagi data pribadi ke Facebook ternyata bukan soal privasi, namun menyangkut kompetisi antar aplikasi. Privacy International mencatat data yang dikirimkan aplikasi ke Facebook juga mencakup fakta mengenai aplikasi yang terpasang pada ponsel pengguna.

"Karena masih banyak aplikasi yang mengirimkan data seperti itu ke Facebook, hal ini dapat memberikan wawasan yang cukup luas mengenai ekosistem aplikasi tersebut," sambungnya.

Temuan ini hanya sebagian kecil dari hasil investigasi Privacy International yang mencatat sejumlah aplikasi populer telah menghentikan pengumpulan dan berbagi data tanpa adanya persetujuan pengguna. Tercatat dua pertiga dari aplikasi yang diuji seperti Spotify, Skyscanner dan KAYAK telah memperbaharui aplikasi mereka dan tidak lagi terhubung dengan Facebook ketika aplikasi tersebut dibuka. (*)

BERITA REKOMENDASI