Facebook Benahi Kebijakan Platform

Editor: Ivan Aditya

MYANMAR, KRJOGJA.com – Facebook mengungkapkan laporan hak asasi manusia menunjukkan platformnya masih harus berbuat banyak di Myanmar. Laporan hak asasi manusia tersebut tidak cukup untuk mencegah platformnya digunakan sebagai alat penghasut kekerasan.

Laporan oleh Business Social Responsibility (BSR) yang berbasis di San Francisco merekomendasikan agar Facebook lebih ketat menegakkan kebijakan kontennya. Mereka pun merekomendasikan agar Facebook meningkatkan keterlibatan dengan pejabat Myanmar dan kelompok masyarakat sipil dan secara teratur.

Salah satunya dengan merilis data tambahan tentang kemajuannya di negara tersebut. "Laporan ini menyimpulkan bahwa, sebelum tahun ini, kami tidak melakukan aksi yang cukup untuk membantu mencegah platform kami digunakan untuk memecah belah dan memicu kekerasan offline. Kami setuju bahwa kami harus berbuat lebih banyak," ujar Alex Warofka.

BSR juga memperingatkan bahwa Facebook harus siap untuk menangani kemungkinan penyerangan informasi yang salah selama pemilihan 2020 di Myanmar. Selain itu, BSR mengingatkan agar tak ada masalah baru karena penggunaan WhatsApp tumbuh di Myanmar. (*)

BERITA REKOMENDASI