Facebook Tegaskan Tak Larang Iklan Politik

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA. KRJOGJA.com – Menjelang Pemilihan Presiden 2020 di Amerika Serikat, Facebook kembali menegaskan tidak akan melarang iklan politik untuk beredar di laman media sosialnya.

Kebijakan jejaring sosial ciptaan Mark Zuckerberg ini dianggap semena-mena. Kendati mendapat banyak kecaman, Facebook tetap menegaskan tak akan melarang, termasuk tidak akan memeriksa fakta iklan politik dan tidak akan membatasi target iklan politik ke kelompok orang tertentu.

Sebaliknya, Facebook menawarkan pengguna sedikit kendali leibih banyak atas berapa banyak iklan politik yang mereka lihat. Facebook juga menawarkan agar pengguna bisa membuat semacam perpustakaan online agar lebih mudah mengakses iklan politik.

Langkah Facebook ini mendapatkan banyak kritik dari politisi, aktivis, perusahaan teknologi lain, hingga karyawannya sendiri. Facebook dianggap memiliki kekuatan yang terlalu besar, melemahkan demokrasi, dan merusak pemilihan.

Sikap Facebook untuk tidak melarang iklan politik sangat berlawanan dengan Google dan Twitter. Google telah memutuskan untuk membatasi penargetan iklan politik, di sisi lain Twitter justru melarang iklan politik. Iklan politik erat kaitannya pula dengan misinformasi.

Perusahaan-perusahaan media sosial telah berusaha menangani misinformasi sejak diketahui bahwa Rusia membiayai ribuan iklan politik palsu selama Pemilu AS 2016 untuk memecah belah Amerika Serikat. (*)

BERITA REKOMENDASI