Keamanan Aplikasi Video Konferensi ‘Zoom’ Dipertanyakan

JAKARTA, KRJOGJA.com – FBI memperingatkan pengguna platform video konferensi Zoom untuk melawan “pembajakan VTC” dan “pemboman Zoom” oleh orang yang berniat membuat ancaman dan menampilkan ofensif, dikutip Fcw.

Menurut Divisi Boston FBI, dua sekolah menengah Massachusetts melaporkan individu yang membobol kelas online pada akhir Maret yang dilakukan melalui perangkat lunak telekonferensi Zoom.

Dalam satu kejadian, kata FBI, seorang individu tak dikenal yang dipanggil ke kelas konferensi video, meneriakkan kata-kata kotor dan alamat rumah guru. Di sekolah lain, sebuah sekolah melaporkan seseorang yang tidak dikenal dengan tato swastika melakukan panggilan ke kelas konferensi video Zoom.

Agen Khusus FBI, Doug Domine mengatakan kepada FCW bahwa peserta yang tidak sah bukan hanya masalah pada platform Zoom.

“Penyedia lain memiliki platform yang sama,” katanya, yang sama-sama rentan terhadap gangguan seperti itu jika disalahgunakan.

Ketika telekonferensi meluas di seluruh AS, pengguna baru yang tidak terbiasa dengan tindakan pencegahan keamanan dapat mengekspos konferensi video mereka kepada peserta yang tidak sah.

Dengan kejadian ini, organisasi diharapkan memiliki kebijakan untuk VTC dan perangkat lunak terkait serta pelatihan tentang cara menggunakan layanan ini.

BERITA REKOMENDASI