Fitur Edit Dikeluhkan, Twitter Pertimbangkan ‘Klarifikasi’

CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan perusahaan tengah mempertimbangkan fitur "klarifikasi". Ini merupakan respons atas permintaan fitur edit yang telah menjadi topik perbincangan sejak beberapa tahun terakhir.

Fitur ini, sebagaimana dikutip dari Mashable, Jumat (15/2/2019), memungkinkan pengguna untuk menambahkan konteks tambahan atas tweets lama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jack Dorsey saat menjadi pembicara di Goldman Sachs' Internet and Technology Conference di San Fransisco, Amerika Serikat.

"Salah satu konsep yang tengah kami pikirkan adalah klarifikasi. Itu (akan) seperti fitur retweet with comment, tetapi untuk menambahkan konteks dan warna atas apa yang mereka tulis di tweet atau yang mereka maksud," kata pria berusia 42 tahun tersebut.

Faktanya, penggunaan retweet with comment memang cukup sering digunakan pengguna untuk mengantisipasi salah tulis dan sebagainya.

Namun menurut Dorsey, kedua tweets tersebut (tweet asli dan retweet with comment) belum tentu memiliki eksposur yang sama dan opsi konteks tambahan memungkinkan kedua tweets itu terekspos secara sama.

Namun Dorsey menegaskan, fitur di Twitter ini masih sebatas dalam tahap pertimbangan perusahaan dan peluncuran fitur ini dinilai belum begitu mendesak.

Terlepas dari itu, Dorsey menilai fitur ini dapat sangat bermanfaat bagi pengguna supaya bisa lebih nyaman di Twitter.(*)

BERITA REKOMENDASI