Foto dan Video Pornografi Anak Marak Dibagikan di WhatsApp, Mengerikan!

KONTEN bermuatan pornografi anak, rupanya marak dibagikan melalui aplikasi pesan WhatsApp di grup obrolan. Menurut laporan Financial Times, kondisi ini masih terus terjadi meskipun para peneliti telah melaporkannya ke perusahaan.

Mengutip laman Business Insider, Minggu (23/12/2018), peneliti Israel kepada Financial Times berbagi soal temuannya, yakni konten pelecehan anak dalam jumlah masif di banyak grup obrolan.

Kemudian, para peneliti sudah mencoba melaporkan temuan itu ke Facebook selaku perusahaan yang menaungi WhatsApp pada bulan September lalu.

Namun rupanya, beberapa dari grup-grup obrolan itu masih aktif membagikan konten pornografi anak.

"Ini adalah sebuah bencana, konten-konten semacam ini dulu kebanyakan ditemukan di darknet, namun kini mudah ditemukan di WhatsApp," kata salah satu peneliti.

Konten ilegal itu ditemukan dalam bentuk video dan gambar di sejumlah grup.

Peneliti menyebut, konten-konten ilegal yang dimaksud begitu mudah ditemukan, bahkan orang luar bisa dengan mudah bergabung di dalam salah satu grup obrolan tersebut.

Kepada Financial Times, WhatsApp mengklaim pihaknya punya teknik-teknik untuk memindai pengguna dan grup terkait dengan konten ilagal. Bahkan menurut pihak WhatsApp, per harinya, ribuan akun telah diblokir dari platform.

Kendati demikian, para peneliti ini menyebut, sejumlah grup yang mereka pantau terang-terangan menggunakan nama "cp" yang berarti child porn alias ponografi anak dengan gambar yang eksplisit.

WhatsApp sendiri telah menerapkan enkripsi end-to-end sejak 2016. Fitur enkripsi ini menghadirkan sejumlah lapisan keamanan yang melindungi privasi pengguna dari kemungkinan ancaman siber atau pengawasan pemerintah.

Meski begitu, adanya enkripsi ini membuat pihak WhatsApp sendiri dan penegak hukum tak bisa melihat isi pesan, termasuk jika di dalamnya terdapat konten ilagal atau menyalahi aturan.

Dengan kata lain, tool deteksi yang dipakai Facebook untuk memonitor platform-nya, tak bisa dipakai untuk memonitor WhatsApp.

Pihak pemerintah dan kepolisian sendiri telah lama mengkritik aplikasi dan perangkat keras yang menerapkan enkripsi kuat. Pasalnya hal ini berpotensi menyulitkan proses investigasi.(*)

BERITA REKOMENDASI