GeNose Reliable untuk Screening Covid-19, Begini Penjelasan Menristek

Alasannya, menurut Bambang, masalah yang dihadapi kadang bukan di penelitian atau metodenya, melainkan di manufaktur yang belum terbiasa membuat alat kesehatan. Padahal, alat kesehatan biasanya membutuhkan akurasi dan detail yang sangat tinggi.

Menyoal kemungkinan terjadi kesalahan, Bambang mengatakan metode lain pun tidak menutup kemungkinan dapat memberikan hasil yang salah, mengingat sensitivitas dan spesifisitas yang tidak mencapai 100 persen.

“Jadi, tetap ada ruang untuk kesalahan, tapi ruang itu kecil,” ujarnya melanjutkan. Kendati demikian, Kemenristek tetap meminta UGM sebagai inventor untuk menjaga konsistensi produk, terutama saat masuk industri dan memproduksi dalam jumlah banyak.

Alasannya, menurut Bambang, masalah yang dihadapi kadang bukan di penelitian atau metodenya, melainkan di manufaktur yang belum terbiasa membuat alat kesehatan. Padahal, alat kesehatan biasanya membutuhkan akurasi dan detail yang sangat tinggi.

BERITA REKOMENDASI