Hacker Gunakan CCleaner untuk Sebar Malware

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Aplikasi sekelas CCleaner pun bahkan menjadi sasaran hacker untuk melancarkan aksinya. Sebagaimana diketahui, CCleaner kerap digunakan oleh pengguna untuk membersihkan smartphone-nya saat dirasa berat untuk digunakan dan mambutuhkan memori lega.

Hacker berhasil membajak aplikasi pembersih PC tersebut. Artinya, siapapun yang mendownload atau memperbaruinya antara pertengahan Agustus hingga September, mereka juga mendownload malware tanpa mereka sadari. CCleaner sendiri merupakan software populer yang digunakan untuk membersihkan PC dengan mmembuang file yang tak perlu.

Menurut perusahaan keamanan Cisco Talos, hacker secara efektif ‘membungkus’ malware dengan versi CCleaner terbaru. Malware tersebut memungkinkan hacker berpotensi mendapatkan akses ke komputer pengguna, dan sistem terkait lainnya untu mencuri data pribadi atau data kredensial.

"Kami memastikan bahwa versi berbahaya CCleaner ini di-host langsung di server download CCleaner baru-baru ini seperti pada 11 September 2017," tulis para peneliti.

Dijelaskan Talos, trojan itu berpotensi memperngaruhi empat juta pengguna. Jumlah itu bahkan bisa terus meningkat. Diketahui, CCleaner dirancang oleh Piriform, yang diakuisisi oleh Avast pada bulan Juli.

Avast adalah perusahaan antivirus yang pada saat akuisisi, kata CCleaner digunakan oleh 130 juta orang. Dalam update-nya tentang bug tersebut, Piriform memperkirakan hingga 3% dari userbase-nya telah terpengaruh. Salah satu alasan bahwa malware ini akan sangat mengancam adalah karena mereka memanfaatkan kepercayaan konsumen pada aplikasi mereka. (*)

BERITA REKOMENDASI