Hati-hati Isu Boikot Perancis Ditunggangi Buzzers Serang Produk

Wicaksono (@ndorokakung) mengingatkan buzzer ataupun pengguna sosial media untuk hati-hati mengikuti tagar di sosial media. Menurutnya, tagar ataupun trending topik disosial media itu bisa direkayasa. “Tagar itu bisa saja pesanan pihak tertentu. Saya mengingatkan saja, jika itu menyinggung pihak lain, bisa dijerat UU ITE,” jelas Wicaksono.

“Sangat disayangkan kalau isu yang ditunggangi yang sebenarnya isu organik dipelintir menjadi senjata untuk menyerang merek atau produk tertentu yang bisa mendorong persaingan tidak sehat,” kata Wicaksono.

Fenomena seruan boikot atas produk sebuah negara sering terjadi di Indonesia setiap kali ada peristiwa Internasional maupun domestik sudah sering terjadi di tanah air. Salah satu yang cukup besar terjadi pertengahan tahun ini dimana ada ajakan untuk memboikot produk Unilever karena dianggap mendukung gerakan LGBT.

“Walaupun ajakan tersebut di media sosial, tapi jika terbukti sebagai perbuatan tidak menyenangkan bisa dijerat hukum. Karena UU ITE itu kan mengatur di sosial media,” jelas Wicaksono. Karena itu, ia menghimbau agar netizen selalu mempetimbangkan apapun yanh disampaikan melalui sosial media. Jangan tergiur bayaran namun berurusan dengan hukum. (Fon)

BERITA REKOMENDASI