Huawei ICT Competition, ITB Wakili Indonesia ke Pasifik Selatan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim A – Network Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menjuarai ajang bergengsi, Huawei ‘ICT Competition 2019-2020’ tingkat nasional. Dalam pengumuman di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (28/11/2019) tim tersebut unggul atas 67 peserta lain dari 8 universitas terkemuka Indonesia. 

Tim A – Network dari ITB yang terdiri dari Samuel Christian Coe, Wilson Rustiandy, dan Afif Tri Farhan mengungguli Tim B – Network UGM yang beranggotakan Ghanny Erlangga, Nugroho Setio Wibowo, dan Muhammad Fadhillah Sukmojatmiko. Sementara peringkat ketiga dihuni Tim A – Network Telkom University Bandung yang beranggotakan Espinal Adrinaldi, Liem Agung Risky Sanjaya Putra, dan Muhammad Abdullah Rasyad. 

Delapan kampus peserta final sendiri terdiri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) Depok, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Telkom (Tel-U) Bandung dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang.

Tim A – Network ITB berhak mengikuti kompetisi selanjutnya melawan tim-tim terbaik dari negara-negara lain di kawasan Pasifik Selatan si Filipina tahun 2020. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan tiket ke Kompetisi TIK tingkat dunia yang akan berlangsung di Tiongkok.

Roger Zhang, Vice President, Huawei Indonesia  mengungkap kompetisi kali ini merupakan yang kedua di Indonesia. Ia berharap hal tersebut dapat mendukung visi pemerintah dalam melahirkan bibit-bibit baru sumber daya manusia (SDM) unggul menuju tercapainya Indonesia maju, serta dalam menyiapkan lulusan-lulusan perguruan tinggi yang dibekali dengan kecakapan di bidang TIK. 

“Kompetisi TIK ini merupakan wujud komitmen Huawei melalui kolaborasi yang dibangun bersama-sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dalam turut membangun kompetensi akademik dan mendukung lahirnya SDM berkompetensi global, melalui alih pengetahuan dan pengenalan beragam teknologi dan peranti di bidang jaringan, Big Data, IoT, serta komputasi awan, selama mereka mengikuti gelaran kompetisi ini,” ungkap Roger. 

Sementara Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti menuyebut kompetisi tersebut sebagai ruang mewujudkan Smart Generation Package. Bukan hanya karena kontennya yang mencerminkan isu-isu terkini yang tengah menjadi trending topic di era Revolusi Industri 4.0 ini, namun karena tema yang diangkat mengedepankan dan mengangkat kehidupan cerdas, yang pada akhirnya akan menempatkan manusia yang memanusiakan manusia, bukan hanya mendorong manusia sebagai objek teknologi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI