Ibu Hamil dan Menyusui Rentan Terinveksi Corona

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJaA.com – Salah satu bulan yang mengorbit di planet Saturnus yaitu Titan dilaporkan menjauh dari Saturnus. Prosesnya dilaporkan seratus kali lebih cepat disebabkan oleh energi gravitasi Bulan yang mendorongnya semakin jauh dari planet.

Laporan tersebut berhasil dihimpun dari misi Cassini-Huygens NASA yang khusus mempelajari Saturnus dan beberapa bulan yang mengorbit planet. Data mengungkapkan bahwa laju migrasi Titan sekitar 4 inci atau 0,10 meter per tahun.

Bulan Titan sendiri berukuran lebih besar dibanding Merkurius, diameter Titan tercatat sebesar 5.150 kilometer sedangkan Merkurius 4.879 kilometer. Menjauhnya Bulan Titan dari Saturnus pun dianggap bahwa seluruh sistem planet ini berkembang dengan sangat cepat.

“Hasil ini membawa fakta baru yang penting dari teka-teki terkait usia sistem Saturnus dan bagaimana bulan-bulannya terbentuk,” kata Ilmuwan dari Observatorium Paris di Universite Paris Sciences dan salah satu peneliti di Jet Propulsion Laboratory NASA, Valery Lainey.

Lebih lanjut kata Lainey, data dari misi Cassini dibandingkan dengan data radio yang dikumpulkannya selama 10 flybys Saturnus sejak 2006 sampai 2016. “Dengan menggunakan dua set data yang sama sekali berbeda, kami memperoleh hasil yang sesuai dengan teori Jim Fuller yang meramalkan migrasi Titan jauh lebih cepat,” kata ilmuwan lain, Paolo Tortora dari Cassini Radio Science Team, University of Bologna Italy.

Titan dianggap NASA sebagai Bulan yang istimewa. Pasalnya, NASA mengirim robot terbang Dragonfly ke permukaan Bulan milik Saturnus itu. Robot ini akan membawa misi untuk mencari kehidupan di Titan. (*)

BERITA REKOMENDASI