Indonesia Kembangkan Proyek Listrik Mini Hidro

JAKARTA (KRjogja.com) – Bahtera Project akan membangun pembangkit listrik mini hidro dengan kapasitas 2 x 2 megawatt di Garut, Jawa Barat. Diperkirakan pembangunan proyek ini akan rampung dalam waktu dua tahun.

"Projek mini hidro tersebut akan menggunakan turbin air yang diproduksi HITI (Hidro Turbin Indonesia). Turbin air ini merupakan produk dalam negeri yang dihasilkan HITI, perusahaan yang dikembangkan oleh tiga orang alumni ITB," kata Director Markering Hidro Turbin Indonesia, Ismaryanto, di Jakarta, Sabtu (10/12/2016). 

Guna merealisasikan proyek listrik bertenaga hidro turbin tersebut, 
Bahtera Project dan PLN Distribusi Jawa Barat menandatangani MoU pembelian listrik. Acara MoU disaksikan sejumlah Menteri Kabinet Kerja dalam acara Indonesianisme Summit yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB).

Ismaryanto mengatakan, penandatangan MoU pembelian listrik tersebut merupakan bentuk dukungan kongkrit terhadap pengembangan produk dalam negeri. Hal ini sesuai dengan semangat Indonesianisme Summit yakni untuk mencintai produksi Indonesia dan spirit menggalang sinergi serta membentuk jaringan industri antara pemerintah, BUMN, korporasi swasta dan tecnopreneur. 

Ismaryanto mengungkapkan, selama ini kebutuhan untuk proyek pembangkit listrik mini hidro banyak diimpor dari China, India dan negara-negara Eropa Timur. "Kami alumni ITB tergerak untuk mengembangkan turbin air dan peralatan lainnya karena sebetulnya putera Indonesia sudah menguasai teknologinya, selain karena materialnya juga sudah tersedia di negara kita," tuturnya.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, sebenarnya Indonesia sudah memiliki industri yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi industri inti. Karena selama ini sektor-sektor itu sudah menjadi juara di pasar dalam negeri maupun ekspor seperti industri makanan dan minuman.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sudah saatnya Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki pasar besar untuk menunjukkan keberpihakannya kepada industri dalam negeri. "Kami di Kementerian Perhubungan akan berupaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada industri alat angkut di dalam negeri seperti PT INKA, PT PAL, PT DI untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada," katanya. (Imd)

BERITA REKOMENDASI