Infinix Jajaki Pasar Ponsel Pintar Menengah Kebawah di DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Perusahaan teknologi asal Hongkong, Infinix tengah menjajaki pasar ponsel pintar DIY untuk berekspansi pasar offline berbagai produk-produk unggulannya akhir tahun 2016 ini. Infinix sukses masuk ditengah persaingan ponsel pintar via pasar online dengan mengincar konsumen menengah ke bawah, sekarang mulai memberanikan diri masuk di pasar offline.

 

EPR & Digital Marketing Manager Infinix Mobility Limited, Anis Thoha Manshur mengatakan produk ponsel pintar yang berasal dari Tiongkok ini uniknya tidak dijual di Negara Tirai Bambu tersebut, justru berekspansi ke Afrika dan Timur Tengah pada 2009 lalu. Sukses menembus pasar Afrika, Infinix memasuki pasar Asia Tenggara melalui Indonesia, Thailand dan Filipina pada 2015 lalu.

"Kita masuk ke Indonesia belum lama dengan menawarkan produk ponsel pintar yang unik dan kompetitor tidak memilikinya, mengingat Indonesia merupakan pasar potensial 'smartphone'. Ponsel pintar keluaran Infinix unggul dalam kualitas dan harga kompetitif dibandingkan brand-brand besar lainnya," ujar Anis disela-sela Pertemuan XFans Regional Yogyakarta, Sabtu (27/8).

Anis menjelaskan Infinix hadir pertama kali dengan menawarkan seri note dilengkapi fitur baterai besar berteknologi pengisian daya cepat yang mampu bertahan hingga dua hari sebagai solusi kepada masyarakat. Infinix pun mengembangkan ponsel pintar lini seri-seri lainnya dengan target market menengah ke bawah mulai harga Rp 1jutaan hingga Rp 3 jutaan. Harga murah ini didapatkannya dari sistem penjualan model bisnis 'Factory to Consumer' atau menyalurkan produk secara efisien layaknya dari pabrik ke konsumen langsung.

"Kami memang membidik masyarakat dengan budget terbatas namun memerlukan ponsel pintar berteknologi yang mencukupi keperluan sehari-hari. Kita fokus jualan Infinix di pasar online untuk menghemat biaya distribusi dan langsung dikirim ke konsomen sehingga harga produknya terjangkau dilengkapi dengan service center di 10 kota besar di Indonesia," ungkapnya.

Sebagai komitmen Infinix untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pihaknya tengah berproses menjajaki pasar offline di Indonesia, termasuk di DIY. Terlebih pasar offline masih sangat besar hingga 90 persen, sedangkan pasar online hanya 10 persen. Sebagai brand baru, Infinix mengincar konsumen anak-anak muda dan pekerja yang menginginkan ponsel pintar dengan spesifikasi bagus dengan harga terjangkau. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI