Ingin Terbang Murah Tapi Berdiri, Ini Gambarannya

MASKAPAI penerbangan murah asal Kolombia, VivaColombia baru-baru ini menggelontorkan ide terbang sambil berdiri.

Dalam burung besi VivaColombia kursi-kursi akan dihilangkan. Mereka berharap langkah ini akan menurunkan tarif dengan menambah jumlah penumpang — dari kelas pekerja Kolombia dan turis.

Pendiri dan CEO VivaColombia, pada Minggu 2 Juli 2017, William Shaw mengatakan, pihaknya tertarik dengan penelitian terbang berdiri karena membuat perjalanan lebih murah.

Dia menambahkan, "Siapa yang peduli jika Anda tidak memiliki fasilitas hiburan selama penerbangan satu jam? Siapa yang peduli bahwa tidak ada lantai marmer … atau bahwa Anda tidak mendapatkan kacang gratis?"

Konsep terbang berdiri bukan terobosan baru dan banyak layanan maskapai telah mempertimbangkan hal itu selama bertahun-tahun. Pada 2003, Airbus mengemukakan gagasan agar penumpang bersiap dengan "kursi" vertikal.

Spring Airlines, penerbangan murah China tertarik dengan ide itu.

Ryanair juga mengusulkan area berdiri pada armadanya pada 2010. Pada saat itu, bos Michael O'Leary menggambarkan kursi berdiri sebagai "kursi bar dengan sabuk pengaman".

Ia bahkan menyatakan keraguan apakah sabuk pengaman sebenarnya diperlukan dalam penerbangan.

"Pesawat adalah hanya sebuah bus dengan sayap," kata O'Leary saat itu.

"Jika memang ada kecelakaan di pesawat terbang, sabuk pengaman tidak akan menyelamatkan Anda. Anda tidak perlu sabuk pengaman di London Underground. Anda tidak membutuhkan sabuk pengaman di kereta yang melaju dengan kecepatan 120 mil per jam."

Di tahun yang sama, desainer kursi dari Italia, AvioInteriors, membuat ide 'SkyRider', tempat duduk buat penumpang mirip bangku di ruang tunggu bus yang memungkinkan penunggu 'bertengger' namun masih bisa bersandar.

Dikutip dari TravelWeekly pada Selasa (4/7/2017) desain bangku Skyrider hanya berjarak 58 cm di antara kursi.

Sementara itu, Airbus sendiri tengah menanti hak paten pesawat yang memungkinkan penumpang 'bertengger'.

Pesawat dengan bangku seperti itu didesain untuk penerbangan jarak pendek. Tak ada meja lipat untuk makan, dan juga tidak ada hiburan. Kursi juga tidak bisa ditidurkan.

Saat ide dan paten itu diluncurkan, juru bicara Airbus mengatakan, "ide mengurangi kenyamanan akan ditoleransi para penumpang, asal durasi penerbangan kurang dari satu jam."(*)

BERITA REKOMENDASI