Jalan Tol di Indonesia Tidak Aman?

AKTRIS Vanessa Angel dan suaminya Febri Ardiansyah meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di ruas tol Nganjuk arah Surabaya pada Kamis lalu.

Pemerhati konstruksi jalan raya dan rel kereta api, Gatot Rusbintardjo menilai kecelakaan tunggal yang mengorbankan 2 nyawa tersebut salah satunya disebabkan kontruksi jalan tol yang tidak aman.

“Jalan tol di Indonesia tidak aman,” kata Gatot dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Gatot menjelaskan kontruksi jalan tol menggunakan perkerasan beton semen yang tidak memiliki atau minim tahanan gelincir (skid resistance). Skid resistance merupakan daya cengkeram ban dengan permukaan perkerasan jalan.

“Karena skid resistennya kecil atau bahkan nol, maka apabila mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mengerem, mobil tidak segera berhenti karena tidak ada daya cengkeram yang memadai antara ban dan permukaan perkerasan jalan,” terang Gatot.

Akibatnya, lanjut dia mobil akan meluncur cukup jauh sebelum berhenti. Sehingga sering terdengar mobil menabrak truk atau mobil lain yang ada didepannya. Untuk itu dia mengingatkan jalan yang menggunakan perkerasan beton semen tidak digunakan untuk kecepatan tinggi.

“Perhatikan, jalan beton bukan jalan untuk kecepatan tinggi! Sehingga salah membangun jalan Tol dengan perkerasan kaku,” kata Gatot.

Lebih lanjut dia menjelaskan di tengah jalan tol diberi pembatas berupa dinding beton yang tebal dan kokoh. Sehingga bila ada mobil yang mengalami selip atau kemudinya berbelok, maka akan menabrak beton. Bila saat terjadi hal tersebut mobil dalam kecepatan tinggi, akibatnya bisa fatal. Sebagaimana yang terjadi pada mobil yang ditumpangi Vanessa Angel.

“Jika ada mobil yang selip atau kemudinya berbelok maka akan menabrak tembok beton dan karena kecepatannya tinggi. Akibatnya fatal seperti yang dialami mobil VA dan juga dosen Fakultas Teknik Sipil UNDIP beberapa waktu yang lalu,” kata dia.

BERITA REKOMENDASI