Kemenperin Susun Roadmap Industri Otomotif Nasional

JAKARTA (KRjogja.com)- Industri otomotif Indonesia menjadi salah satu industri andalan yang memiliki peran besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional dengan pertumbuhan lebih besar dari rata-rata pertumbuhan PDB sejak 2010. Industri otomotif juga merupakan elemen penting penggerak roda ekonomi Indonesia. Industri ini memberikan lapangan kerja bagi sekurangnya 1,4 juta pekerja orang di Tanah Air.
 
Dalam rangka mencapai upaya maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan memperkuat industri otomotif, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Gabungan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) melakukan pertemuan dengan seluruh pimpinan perusahaan industri otomotif dan Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia.
 
Pertemuan bertujuan untuk mendapatkan masukan mengenai upaya peningkatan investasi pengembangan dan pencapaian tujuan roadmap industri otomotif Indonesia. Acara ini dipimpin oleh langsung oleh Menteri  Perindustrian R.I., Saleh Husin yang didampingi oleh Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Sorjono dan diikuti oleh seluruh penanggung jawab Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia yang juga merupakan anggota GAIKINDO.
 
Dalam sambutannya Menteri Perindustrian RI kembali menekankan dukungannya kepada GIIAS 2016, Ia juga berpesan kepada seluruh pemimpin APM di Indonesia untuk mengundang seluruh principal merek global yang mereka wakili untuk hadir pada pelaksanaan GIIAS 2016 dan melihat langsung perkembangan Industri Otomotif Indonesia. “Dengan berlangsungnya acara ini, kami optimis dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki potensi industri otomotif yang kuat dan diperhitungkan sebagai tujuan investasi,” ujar Saleh Husin.
 
Dalam diskusi ini Kementerian Perindustrian terhadap menyusun roadmap industri otomotif demi untuk mendorong jumlah produksi mobil hingga 2,5 juta unit pada tahun 2020. Kemenperin menargetkan peningkatan produksi tersebut perlu dibarengi dengan target peningkatan investasi yang masuk ke Tanah Air. Dengan harapan dapat memberikan multiplier effect yang lebih besar dalam mendorong perekonomian nasional untuk menjadi lebih baik. (Fon)
 

 

BERITA REKOMENDASI