Kukuh Rajai Pasar, LG Targetkan Kuasai 69 Persen Pangsa Pasar AC Inverter

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sukses mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar AC inverter di Indonesia dengan penguasaan 65,6% pangsa pasar, tak lantas membuat PT. LG Electronics Indonesia meregangkan penetrasinya. Mengawali tahun ini, LG bahkan telah membuat pernyataan rencana bisnis penetrasi AC inverter yang bakal bertumpu pada dua fokus.

Sejalan dengan peningkatan penguasaan pasar, LG juga akan berfokus mendorong perluasan pasar AC inverter di Indonesia.  “Menjaga kepemimpinan pasar sama artinya dengan menjaga kepercayaan publik,” ujar Changmin Han, Air Conditioning Business Leader LG.

Kepercayaan besar masyarakat inilah, menurutnya yang akan menjadi modal besar perusahaan untuk semakin mempopulerkan penggunaan AC inverter di Indonesia. “Seiring dengan pergerakan global, menjadi penting bagi LG untuk juga memimpin peralihan masyarakat untuk mengadopsi AC inverter yang terbukti lebih baik menghemat listrik,” ujarnya lagi.

Secara global, permintaan AC inverter terus mengalami peningkatan secara gradual pada tiap tahunnya. Dalam kurun dari tahun 2015, meningkat dari sebelumnya berada di kisaran 60% hingga menjadi 81% dari total permintaan AC sepanjang tahun 2018. Pada tahun ini, perkiraan permintaan AC inverter akan mencapai angka 92% dari total seluruh permintaan AC dunia.

Walau angkanya tak setinggi global, merujuk pada data lembaga riset independen Growth from Knowledge (GfK), perkembangan adopsi masyarakat pada AC inverter di Indonesia pun terus mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Prediksinya, tingkat permintaan ini akan mencapai 30% pada 2019 ini.

Prediksi ini terbilang tinggi bila melihat pada perkembangannya, jumlah permintaan AC inverter di Indonesia sebelumnya sempat mengalami stagnasi sepanjang tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang kurun waktu 2015 hingga 2017, porsi permintaan AC inverter di Indonesia tak pernah bergerak dari kisaran 4%.

Barulah pada tahun 2018, porsi permintaan AC inverter ini melonjak signifikan hingga mencapai porsi 20%. Bersanding dengan tingkat kesadaran masyarakat yang dipengaruhi kebijakan hemat energi pemerintah.

“Peningkatan ini juga dipengaruhi semakin meluasnya ketersediaan AC inverter di pasar Indonesia. Sebuah kebanggaan bagi kami menjadi pionir yang mendorong terjadinya hal ini,” ujar Changmin Han.

Pernyataan ini merujuk pada perjalanan AC inverter di Indonesia. Sebagai solusi atas tingginya konsumsi listrik, sebenarnya perangkat AC inverter sebenarnya telah dikenal dan mulai digunakan bagi keperluan rumahtangga di Indonesia sejak 2015. Hanya saja, ketersediaannya masih terbatas pada kapasitas pendinginan bagi ruangan besar. Hal inilah yang dikatakannya membuat sulit menyesuaikan dengan variasi kebutuhan masyarakat. 

Stagnasi pasar AC inverter inilah yang kemudian didobrak LG. LG mencatatkan diri sebagai vendor elektronik pertama di Indonesia yang menyediakan AC inverter dengan kapasitas pendinginan paling luas.

Lebih lanjut ia menyatakan, popularitas ini setidaknya ditunjukkan dengan lonjakan besar penguasaan LG pada pasar AC inverter di Indonesia dalam kurun tiga tahun terakhir. Bila pada 2016 LG hanya menguasai 8.8%, pada tahun 2017 jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 18.3%. Tak sampai disitu, lonjakan lebih besar dinikmati LG pada tahun 2018 dengan mencatatkan dominasinya pada 65.6% dari seluruh AC inverter yang beredar di Indonesia.

Khusus tahun 2019 ini, LG bahkan telah menetapkan target penguasaan pangsa pasar AC inverter di Indonesia mencapai 69%. "Disinilah pentingnya dua fokus bisnis LG tersebut. Mengedukasi lebih banyak masyarakat mengenai pentingnya beralih ke AC inverter harus berjalan seiring dengan kompetisi penyediaan AC inverter yang paling dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Changmin Han. (Apw)

 

 

BERITA REKOMENDASI