Kurangi Sampah Plastik, Ini Strategi Pemerintah

PEMERINTAH terus berupaya mengurangi sampah plastik. Selain karena karena berbahaya bagi lingkungan, sampah plastik juga berbahaya untuk kesehatan manusia. Pada 2025, penggunaan sampah plastik bisa dikurangi hingga 70 persen.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam keterangannya mengatakan, saat ini pemerintah terus mendorong pendaurulangan sampah plastik. Menurutnya, cara itu dianggap paling ampuh dalam menyelamatkan bumi dan isinya akibat dari dampak buruh sampah plastik.

Airlangga mengatakan, saat ini pendaurulangan plastik masih sebesar 10 persen dari total sampah plastik secara nasional.

Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut .

Menurut sumber yang sama, lanjutnya, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85 ribu ton kantong plastik.

“Nah itu kita bisa tingkatkan (daur ulang) sampai 25 persen. Jadi industri kita ajak dorong. Beberapa industri sudah bisa gunakan recycle. Recycle bisa digunakan ga hanya plastik, di kertas baja alumunium semua bisa. Skrg tinggal yang plastik bisa di recycle,” ujarnya, Senin (11/3/2019) malam.

Lanjut Airlangga, saat ini perlu investasi untuk mendorong peningkatan daur ulang plastik. Pasalnya, pemerintah tidak bisa menganggarkan secara khusus. Dengan berbagai kebijakan fiskal yang diberikan pemerintah, investor diyakininya bisa mengoptialkan kemudahan tersebut.

“Karena recycle tanpa investasi enggak jalan juga. Kalau kemudahan kan pemerintah sudah punya banyak paket. Manfaatkan saja paket itu,” tandasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI