Lempeng Bumi Ternyata Berusia 1 Miliar Lebih Tua dari Perkiraan Sebelumnya

Menilai sejarah geologis Bumi adalah bisnis yang rumit. Peneliti tidak yakin apa yang terjadi dalam hal aktivitas tektonik hari ini, apalagi miliaran tahun yang lalu. Tetapi, pengukuran argon bisa menjadi taruhan terbaik ilmuwan untuk melakukan penanggalan pergerakan lempeng tektonik.

“Karena karakteristik khas argon, kita dapat menyimpulkan apa yang terjadi pada Bumi yang kokoh dengan mempelajari argon atmosfer ini,” kata ilmuwan planet Jun Korenaga, dari Universitas Yale. “Ini membuatnya menjadi catatan yang sangat baik dari peristiwa kuno.”

Temuan itu menjadi satu-satunya bukti yang merevisi temuan pendahulunya. Sebelumnya, riset menunjukkan bahwa lempeng tektonik telah ada lebih dari 3 miliar tahun, yang merupakan pemahaman saat ini. Studi magnetisme pada batuan kuno di Australia dan Afrika Selatan telah mendorong penanggalan kembali beberapa ratus juta tahun.

BERITA REKOMENDASI