Lidah Elektronik Ini Mampu Deteksi Keaslian dan Kehalalan Produk

YOGYA, KRJOGJA.com – Dosen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, Dr Eng Kuwat Triyana MSi berhasil mengembangkan alat multifungsi berupa lidah elektronik (electronic tongue) atau Elto. Alat ini berfungsi untuk otentikasi halal hingga deteksi keaslian dan kualitas produk makanan secara cepat, akurat dan portable. 

Baca Juga: Sapi Gagah dan Macho Hasil Kreasi UGM

"Alat ini bisa digunakan sebagai metode untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan seperti kopi luwak dan air zam-zam, deteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, deteksi cepat narkotika dan lainnya. Bekerja layaknya lidah kita, elto bisa menganalisa berbagai macam rasa seperti pahit, asin, asam, manis dan gurih," jelas Kuwat kepada wartawan di Laboratorium Fisika Material dan Insumentasi (Fismatel) Departemen Fisika FMIPA UGM. 

Elto dibuat dengan komponen utama berupa larik sensor rasa sebagai elektroda kerja, elektroda referensi, sistem akuisisi data dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang  dihubungkan ke komputer atau ponsel cerdas Android secara nirkabel. Alat ini diklaim sebagai lidah elektronik terkecil yang ada hingga saat ini. Untuk mendukung portabilitas, alat ini menggunakan sumber energi berupa satu baterai lithium 3.500 mAH yang bisa bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan secara kontinu. 

Cara pengoperasian perangkat ini tergolong mudah. Sampel produk yang akan dideteksi cukup dilarutkan atau diseduh dengan air atau alkohol tergantung sifat sampelnya. Selanjutnya ujung larik sensor dicelupkan ke dalam larutan sampel tersebut selama 1-2 menit. Kemudian data diproses berbasis kecerdasan buatan hingga dengan mudah diambil sebuah keputusan atas sampel tersebut. 

Baca Juga: Bukan Mobil, Produk Pertama Peugeot adalah Perkakas

"Hasilnya, tidak lebih dari 2 menit sudah bisa dilihat di layar komputer atau perangkat berbasis Android apakah produk tersebut asli atau tidak, halal atau tidak, serta tingkatan kualitas tertentu," ujar Kuwat. Alat lain yang ada di pasaran, produk luar negeri, memiliki dimensi yang besar seukuran meja sehingga tidak bisa dipindah dengan mudah. Sedangkan sistem akuisisi data dari elto memiliki dimensi hanya 105x73x35 mm,” katanya. 

Elto dikembangkan sejak tahun 2016, dibuat bersama dengan tim mahasiswa dari program pascasarjana Fisika UGM yakni Shidiq Nur Hidayat, Trisna Julian dan Aditya Rianjanu. Saat ini telah masuk dalam proses paten dan dihilirkan melalui PT Swayasa Prakasa.  Targetnya, tahun ini akan distandardisasi dan tahun 2021 bisa segera diluncurkan dan diproduksi secara massal untuk aplikasi tertentu.(Dev)

BERITA REKOMENDASI