LIPI Paparkan Kondisi Karang di Indonesia Saat Ini

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selain dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya, Indonesia juga mempunyai sumber daya alam yang berlimpah. Salah satunya yang dikenal dunia, bangsa ini memiliki terumbu karang dari berbagai jenis paling tinggi.

Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dirhamsyah mengatakan luas terumbu karang di Indonesia saat ini mencapai 25 ribu Km. Luas tersebut hampir 10 persen dari total luas terumbu karang yang ada di dunia yang mencapai 284.300 Km.

Dirhamsyah menjelaskan untuk mendapatkan data jumlah terumbu karang di negara ini, pihaknya melakukan kegiatan penelitian bersama Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP). Kegiatan penelitian terumbu karang itu dilakukan sejak tahun 1998.

“Sebagai pusat segitiga karang di dunia, Indonesia memiliki terumbu karang 569 jenis dari 82 marga dan 15 suku atau sekitar 70 % lebih jenis karang dunia dan 5 jenis diantaranya merupakan jenis yang endemik,” ujar Dirhamsyah kepada Fajar dalam acara yang berjudul 20 Tahun COREMAP dan ImplementasiRiset dalam Pembangunan Kelautan Indonesia, di Kantor Puslit Oseanografi LIPI, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan kegiatan bersama Puslit dengan COREMAP telah berlangsung selama 20 tahun. Kegiatan bersama yang dibiayai oleh bank dunia itu telah menghasilkan berbagai data dan informasi ilmiah terkait upaya restorasi serta pengelolaan ekosistem pesisir seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun.

“Capaian penting yang telah dihasilkan dari kegiatan bersama antara Puslit Oseanografi dengan COREMAP itu antara lain; indeks dan monitoring kesehatan dari ekosistem terumbu karang dan padang lamun, penyusunan basis data ekosistem pesisir nasional, pelatihan dan sertifikasi, riset prioritas berbasis kebutuhan serta penyelenggaraan ekspedisi pulau-pulau terluar,” katanya.

Dia menambahkan setelah melakukan pemetaan potensi sumber daya pesisir di pulau-pulau terluar, Puslit Oseanografi LIPI telah mencatat beberapa temuan data dari beberapa titik. Dia berharap temuan data yang disampaikan LIPI bisa berguna untuk berbagai keperluan, khususnya lingkup pemantauan ekosistem atau edukasi studi lanjutan

“Di antaranya Pulau Yiew, memiliki tutupan karang dengan kondisi sedang yakni 26% dengan 44 spesies ikan karang, 29 spesies moluska, dan 12 spesies burung. Dua di antara spesies burung yang ditemukan adalah jenis endemik. Sedangkan Pulau Brass-Fanildo memiliki atol yang sangat luas dan indah. Di dalam atol tersebut tersimpan beberapa jenis karang hias, dengan status tutupan karang yang baik yakni 65%,” tutupnya. (*)

BERITA REKOMENDASI