Lubang Ozon Antartika Bertambah Tahun Ini

LUBANG ozon di Antartika menjadi salah satu lubang terbesar dan terdalam dalam beberapa tahun terakhir. World Meteorological Association (WMO) menyatakan lubang ozon pada tahun ini bertambah sangat besar yakni sekira 9,2 juta mil persegi.

Program Pengawasan Atmosfer Global WMO bekerja sama dengan Copernicus Atmospheric Monotoring Service (CAMS), NASA, Enviromental Climate Change Canada, dan mitra lainnya melakukan pemantauan lapisan ozon Bumi tersebut. Pasalnya, lapisan ozon penting untuk melindungi Bumi dari radiasi sinar ultraviolet.

“Ada banyak variabilitas untuk mengetahui seberapa jauh lubang ozon berkembang setiap tahun. Lubang ozon 2020 menyerupai lubang tahun 2018 yang juga cukup besar,” kata Direktur CAMS Vincent Henri Puech, sebagaimana dikutip dari cnn.com, Senin (12/10/2020).

Penipisan lapisan tersebut karena suhu di staratosfer, tempat di mana lapisan ozon berada. Awan kutub stratosfer yang berperan dalam proses tersebut terbentuk pada suhu di bawah -78 derajat Celsius (-108,4 Fahrenheit).

WMO menjelaskan kristal es di awan tersebut bereaksi dengan senyawa di atmosfer yang kemudian dapat menghancurkan ozon saat terkena sinar matahari. Lubang ozon Antartika akan menyusut saat suhu menghangat di belahan Bumi selatan, tempat musim semi, dan akan normal kembali pada Desember.

NASA menyatakan lubang ozon tahun lalu sangat kecil karena pola cuaca yang tidak biasa menyebabkan suhu stratosfer lebih hangat di atas Antartika.

Peuch mengatakan data ini untuk memberi peringatan agar tetap menegakkan Protokol Montreal 1987 yang melarang emisi bahan kimia perusak ozon. Hal ini melarang chlorofluorocarbons (CFC) yang umum di lemari es kaleng aerosol dan produk lain yang dapat merusak lapisan ozon.

Laporan tahun 2018 dari UN Environment Programme dan WMO memprediksi lapisan ozon di atas Antartika akan kembali seperti kondisi tahun 1980-an pada tahun 2060 yang akan datang.

BERITA REKOMENDASI