Mahasiswa UII Raih Penghargaan di ITB dengan Permainan Mobile Koperasi

BANDUNG KRJOGJA.com – Tak henti-hentinya mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) menorehkan prestasinya di kancah nasional. Kini, giliran mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) memperoleh penghargaan tingkat nasional dalam kegiatan ITB Coorperative Day Mobile Apps Competition (ITBDC) 2018. Tim UII berhasil memperoleh juara 2 Nasional dalam ajang kreatif tersebut.

ITBDC merupakan acara tahunan dimana para peserta diharuskan untuk membuat sebuah aplikasi yang bertujuan untuk mengenalkan koperasi kepada masyarakat. Acara ini diselenggarakan oleh Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (KoKesMa) ITB dan diadakan pada tanggal 15-18 Februari 2018. Untuk tahun ini, ITBDC mengangkat tema “Realizing the Potential of Cooperative by Developing Cooperative-Related Apps”.

Tim UII yang diberi nama Tim Bismillah terdiri dari Mike Rustia Putri (Tek. Informatika 2014), Nurul Fatikah Muchlis (Tek. Informatika 2014), dan Dammaeka Dhanar (Tek. Informatika 2014).

Usaha yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa tersebut tidaklah mudah karena mereka harus mengikuti beberapa seleksi melawan puluhan tim dari berbagai Universitas di Indonesia. “Alur seleksi lomba ITBDC ada seleksi abstrak, ada 30 tim yang lolos abstrak. Dilanjutkan dengan semifinal yaitu mengirimkan proposal dan video, selanjutnya penilaian final yaitu presentasi secara langsung,” jelas Mike Rustia, salah satu anggota dari tim Bismillah kepada KRJOGJA.com.  

Selain UII, tim yang lolos ke final yaitu Universitas Islam Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas Telkom.

Tim Bismillah menciptakan game yang bernama Go-Coop. Game Go-Coop ini merupakan inovasi media belajar dan promosi koperasi kepada anak-anak SD. “Game Go-coop ini memiliki genre RPG dengan basis mobile yang memiliki misi berhubungan dengan pengenalan dunia koperasi,” jelasnya.

Pembuatan game Go-Coop ini bertujuan supaya anak-anak mengenal dunia koperasi sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Mereka menilai penerus koperasi semakin berkurang karena minimnya pengetahuan tentang koperasi. Padahal koperasi merupakan sebuah badan usaha yang memiliki asas gotong royong dan mencerminkan budaya Indonesia.

Keberhasilan Tim Bismillah di tingkat Nasional ini diikuti dengan kebahagiaan dan rasa bersyukur dari ketiga mahasiswa FTI tersebut. Usaha yang dilakukan selama 2 bulan dalam menciptakan Game Go-coop ini akhirnya berbuah manis. “Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan dosen kami yaitu Pak Galang Prihadi, SKom, MKom dan dukungan dari teman-teman, dosen, dan keluarga,” ujar Mike.

Ke depannya, Tim Bismillah berencana akan melakukan penelitian dan pengembangan game Go-Coop lebih lanjut sehingga dapat menjadi solusi permasalahan yang selama ini dihadapi oleh penerus koperasi. (*)

 

BERITA REKOMENDASI