Manajeman Twitter Dituntut Pengadilan

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA (KRjogja.com) – Manajemen Twitter dituntut ke pengadilan negeri San Francisco AS oleh investornya sendiri. Layanan mikroblog tersebut dituding telah menyesatkan para investor terkait prospek pertumbuhan bisnis.

Para pemegang saham merasa disesatkan sejak November 2014 lalu. Kala itu eksekutif Twitter berjanji akan meraup 550 juta pengguna aktif bulanan alias monthly active user (MAU) dalam jangka pendek.

Sementara itu, janji jangka panjangnya dipatok lebih dari 1 miliar MAU. Pada 2015, Twitter mengemukakan laporan positif atas janjinya. Pada saat bersamaan, Twitter juga sesumbar soal potensi pertumbuhan berikutnya. Alhasil, harga saham Twitter naik 17 persen berkat asas kepercayaan investor.

Tapi kenyataannya, sudah dua tahun sejak 2014 dan Twitter kini baru memiliki 313 juta MAU. Pertumbuhannya terhenti sehingga harga saham kembali merosot.

Janji-janji Twitter yang menaruh harapan kepada investor lalu kemudian tak menjadi kenyataan telah beberapa kali terjadi. Alhasil, harga saham Twitter mengalir liar alias tak stabil. (*)

BERITA REKOMENDASI